Makan Bergizi Gratis

Program MBG Tingkatkan Kehadiran dan Asupan Gizi Siswa SDN Bakti Jaya di Tangsel

SDN Bakti Jaya menilai Program Makan Bergizi Gratis membawa perubahan bagi siswa, meski belum signifikan, sejak mulai berjalan

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PROGRAM MBG -  Jarwanto, penanggung jawab MBG di SDN Bakti Jaya mengatakan program ini dinilai meningkatkan kehadiran, asupan gizi, dan kedisiplinan siswa, sambil mendapat respons positif dari siswa dan orang tua, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG - SDN Bakti Jaya menilai Program Makan Bergizi Gratis membawa perubahan bagi siswa, meski belum signifikan, sejak mulai berjalan, Senin (21/4/2025) di Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Hal tersebut disampaikan Benni Jarwanto, penanggung jawab MBG di SDN Bakti Jaya yang terlibat langsung dalam pelaksanaan MBG.

Menurut Benni perubahan perilaku siswa setelah menerima MBG memang belum terlihat besar. 

“Kalau perubahan mungkin tidak begitu banyak. Masih standar, tidak signifikan,” ujar Benni kepada TribunTangerang.com, Pamulang, Tangsel, Rabu (10/12/2025).

Namun demikian, pada hari-hari awal program berjalan, antusiasme siswa cukup tinggi. 

“Awal anak-anak antusias menerima itu,” ujar Benni.

Ia menyebut ada peningkatan kehadiran siswa. Beberapa murid yang sebelumnya kerap tidak masuk sekolah kini justru lebih semangat hadir. 

“Ada peningkatan. Tadinya tidak masuk, karena ada MBG mereka jadi semangat,” ujar Benni.

Baca juga: BGN Sebut Kabupaten Tangerang Jadi Penerima Manfaat MBG Terbanyak Kedua di Indonesia

Dari segi kesehatan, ia menilai ada dampak positif. Siswa yang sebelumnya jarang mengonsumsi susu atau buah kini bisa mendapatkan asupan lebih baik.

"Anak jarang minum susu, sekarang mereka minum. Buah-buahan juga dapat. Mungkin nutrisinya lebih terpenuhi,” jelasnya.

Terkait respons orang tua, ia mengatakan sejauh ini tidak ada keluhan berarti. 

“Sejauh ini tidak ada komentar apa-apa, baik,” ucap Benni.

Ia mengakui program ini berdampak pada kondisi emosional dan pemenuhan kebutuhan dasar siswa, terutama bagi anak-anak yang tidak membawa bekal atau berasal dari keluarga kurang mampu. 

“Mungkin dampaknya dirasakan anak-anak yang biasa tidak bawa bekal. Anak yang kurang mampu jadi lebih terpenuhi,” ujar Benni.

Baca juga: Gubernur Banten Andra Soni Tinjau MBG dan Motivasi Siswa SMK Prawira Pandeglang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved