Makan Bergizi Gratis

Saat Usia Jadi Kendala, SPPG Pondok Benda 4 di Tangsel Hadir Membantu Warga Lokal

Pemilihan warga sekitar sebagai tenaga relawan bukan tanpa alasan. Fauzan menuturkan, keputusan itu selaras dengan arahan BGN.

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
MAKAN BERGIZI GRATIS - SPPG Pondok Benda 4, Pamulang, Tangsel menjadi tempat warga lokal mendapatkan pekerjaan, memberdayakan diri, dan sekaligus berkontribusi memberikan gizi terbaik bagi ribuan anak sekolah,  (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG - Suasana di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Benda 4, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, terasa teduh ketika kepala SPPG, Muhammad Fauzan mulai bercerita. 

Dapur gizi itu tampak rapi, luas, dan dipenuhi tempat di mana pelayanan pemberdayaan warga bertemu dalam satu ruang.

Fauzan menjelaskan SPPG ini resmi beroperasi pada 20 Oktober 2025.

Dalam waktu yang tidak lama, tempat ini telah menjadi sumber kehidupan baru bagi puluhan warga sekitar.

"Sekarang kami telah menyerap sebanyak 47 tenaga relawan dari masyarakat setempat,” ucap Fauzan saat ditemui TribunTangerang.com, Pamulang, Tangsel, Kamis (11/12/2025).

Pemilihan warga sekitar sebagai tenaga relawan bukan tanpa alasan. Fauzan menuturkan, keputusan itu selaras dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN). 

“Tujuan pemerintah adalah menyerap tenaga kerja di sekitar dapur, agar roda perekonomian warga bisa kembali bergerak,” ujarnya. 

Dari balik ceritanya, terselip nada haru. Ia mengaku banyak kisah yang membuatnya tersentuh. 

“Banyak sekali relawan yang benar-benar membutuhkan pekerjaan. Saya bangga pemerintah bisa memberi mereka kesempatan, dan mereka pun senang karena bisa ikut andil serta mendapatkan dampak ekonomi dari pekerjaan ini," ucap pria berkacamata itu.

Tak hanya memberdayakan, SPPG Pondok Benda 4 juga memberikan manfaat nyata bagi layanan gizi di daerah. 

Hingga kini, mereka telah melayani delapan sekolah dan kurang lebih 2.500 penerima manfaat, mulai dari posyandu, RA, TK, SD/MI, hingga SMP dan MTS. 

“Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang layak,” ujar Fauzan.

Baca juga: Adjid Aril Ungkap Syukur Bekerja Jadi OB di SPPG Jambe Tangerang: Alhamdulillah Bisa Nyicil Motor

Namun perjalanan ini tentu tidak mulus sepenuhnya. Fauzan mengakui, dinamika kerja tim, keterbatasan stok bahan baku, dan ritme operasional kerap menjadi tantangan. 

“Namanya pekerjaan, pasti ada kesulitannya. Tapi kami sudah ditempa oleh Badan Gizi Nasional melalui pendidikan militer dan manajerial,” ungkapnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved