Penampakan Gunungan Sampah Ditutup Terpal di Kolong Flyover Ciputat Tangsel

Kondisi pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan masih memprihatinkan

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
TUMPUKAN SAMPAH- Tumpukan sampah di kolong flyover Ciputat ditutup terpal sebagai langkah darurat atas arahan Pemkot Tangsel karena pengangkutan belum bisa dilakukan akibat TPA Cipeucang ditutup. 

Ringkasan Berita:
  • Tumpukan sampah menggunung di kolong flyover Ciputat ditutup terpal biru karena menimbulkan bau menyengat, air lindi berwarna hitam, sempat mengganggu arus lalu lintas.
  • Lurah Cipayung menyebut kondisi sampah di Ciputat dan Cipayung sudah darurat, sementara pengangkutan belum dilakukan karena TPA Cipeucang masih ditutup.
  • Penutupan sampah dilakukan atas arahan Wali Kota Tangsel dan DLH, disertai penjagaan warga 24 jam untuk mencegah pembuangan ulang, meski tidak ada sanksi tegas bagi pelanggar.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT- Kondisi pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan masih memprihatinkan. Tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik Ciputat, menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Pantauan TribunTangerang.com, tumpukan sampah menjulang tinggi di hampir setiap sudut bawah fly over. 

Sampah tersebut mulai mengeluarkan air berwarna hitam disertai bau menyengat, serta ditata ke atas menggunakan kantong plastik hitam, merah, dan putih.

Tak hanya terjadi di satu titik, hampir seluruh sudut bawah fly over telah dipenuhi tumpukan sampah

Kondisi serupa juga terlihat di area sudut jalanan sekitar Pasar Ciputat, di mana sampah mulai menumpuk dan mengganggu lingkungan sekitar.

Di salah satu area, terlihat tumpukan sampah sepanjang sekitar 10 meter yang ditutupi terpal berwarna biru dan diikat menggunakan tali agar sampah tidak keluar dari penutup.

Alasan Ditutup Terpal

Meski demikian, sebagian sampah masih terlihat, sementara air berwarna hitam tampak keluar dari tumpukan dan mengalir hingga ke badan jalan.

Seorang warga, Agus Warsojeniawan menuturkan, penutupan tumpukan sampah menggunakan terpal dilakukan untuk mengurangi dampak bau menyengat yang dikeluhkan masyarakat.

Menurutnya, keluhan warga sudah banyak disampaikan, bahkan ramai di media sosial.

“Itu ditutup, tadi sempat ngobrol. Katanya sih untuk mengurangi dampak bau. Soalnya bukan cuma ngeluh, keluhan warga sudah banyak, bahkan sampai masuk ke TikTok,” ujar Agus Warsojeniawan kepada TribunTangerang.com, Ciputat, Tangsel, Minggu (14/12/2025)

Namun, Pria berumur 57 tahun itu mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan sampah tersebut.

“Kami juga enggak tahu, mungkin dari pihak sana, istilahnya dari Balai Kota. Tapi soal siapa yang buang nantinya kami enggak tahu,” tambahnya.

Akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sementara ditutup.

Sementara itu, Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, menjelaskan penutupan sampah dilakukan karena pembuangan sampah di kawasan tersebut dilarang. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved