Respons Warga Pemkot Tangsel Tutup Sampah Pakai Terpal: Bau Masih Menyengat

Di area Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan, tumpukan sampah masih menjadi pemandangan sehari-hari meski sudah berusaha ditutup

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
TUMPUKAN SAMPAH DI TANGSEL- Tumpukan sampah yang berjejer di Serpong dan Ciputat, Kota Tangerang Selatan dipicu terganggunya pengelolaan sampah akibat perbaikan TPA Cipeucang. Tumpukan sampah ini menimbulkan bau sehingga membuat warga mengeluh. (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Ringkasan Berita:
  • Tumpukan sampah di Pasar Serpong dan Ciputat masih mengganggu aktivitas pedagang dan warga meski telah ditutup terpal, dengan bau menyengat yang masih terasa.
  • Penumpukan terjadi setelah TPU Cipeucang ditutup sementara, sehingga pengangkutan sampah terhenti dan memicu keluhan masyarakat.
  • Pemkot Tangsel menutup sampah dengan terpal dan melakukan penyemprotan bau sebagai penanganan sementara sambil menunggu pengelolaan dan pengangkutan kembali optimal.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Di area Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan, tumpukan sampah masih menjadi pemandangan sehari-hari meski sudah berusaha ditutup. 

Sampah yang menggunung tersebut kini tertutup terpal berwarna putih, namun dari celah-celahnya masih terlihat kantong-kantong sampah berwarna merah, hitam, dan putih yang tersusun di dalamnya.

Pantauan TribunTangerang.com, lokasi tumpukan sampah berada tepat di depan Puskesmas Serpong 1, Jalan Raya Serpong, Tangsel, Banten. 

Kondisi ini menjadi sorotan pedagang, warga dan pengunjung pasar, mengingat keberadaan sampah yang menumpuk persis di area ramai ini berpotensi menimbulkan masalah kebersihan dan kesehatan.

Bau Sampah Masih Menganggu

Menurut Nasuha Banyumudal, pedagang rujak di dekat tumpukan sampah, kondisi sampah tersebut mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung, terutama akibat baunya.

Namun, bagi pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di kawasan tersebut, kondisi ini dianggap hal yang biasa. 

“Ya, merasa (bau) juga. Cuman sudah biasa, diapain lagi? Namanya kita sudah biasa begini, bau-bauan,” ujar Nasuha Banyumudal kepada TribunTangerang.com, Serpong, Tangsel, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan selama ini sampah biasanya diangkut setiap hari.

Sampah Menumpuk setelah TPU Cipeucang Ditutup

Namun, sejak adanya keluhan warga di pembuangan sampah Cipeucang pengangkutan dihentikan sementara.

"Sekarang nggak boleh buang di situ lagi. Yang lain-lain di rumah-rumah juga sama, nggak bisa dibuang lagi. Itu baru satu minggu kemarin,” jelasnya.

Nasuha berharap agar sampah bisa diambil secara rutin agar tidak menimbulkan bau dan mengganggu pengunjung pasar. 

“Harapannya, mungkin harapannya biar sampahnya diangkut gitu. Kalau sampahnya stabil, buahnya bisa stabil juga,” tambah Nasuha.

Menurut Nasuha, penutupan ini sendiri dilakukan sebagai respons pemerintah dan warga setempat terhadap keluhan kebersihan dan penumpukan sampah. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved