Bau Sampah dari TPA Cipeucang Mulai Berdampak Langsung ke Hotel dan Restoran Tangsel

Isu sampah di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Cipeucang, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten mulai berdampak pada sektor pariwisata dan kuliner

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
shutterstock/TribunTangerang
TERGANGGU BAU SAMPAH- Ilustrasi restoran. Bau sampah di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Cipeucang, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten mulai berdampak pada sektor pariwisata dan kuliner. Tamu resto dan hotel mulai mengeluh akibat bau yang ditimbulkan. 
Ringkasan Berita:
  • Bau sampah dari TPA Cipeucang mulai berdampak ke hotel dan restoran di Tangsel, khususnya di kawasan Cilenggang dan Rawa Buntu, dengan keluhan langsung dari tamu.
  • Sejumlah tamu salah mengira aroma tak sedap berasal dari hotel atau restoran, padahal bersumber dari tumpukan sampah di Cipeucang.
  • PHRI Tangsel menyebut okupansi hotel masih relatif stabil dan penurunan kunjungan restoran belum signifikan, meski protes konsumen mulai bermunculan.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Isu sampah di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Cipeucang, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten mulai berdampak pada sektor pariwisata dan kuliner.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tangsel, Gusri Effendi mengungkapkan beberapa hotel dan restoran di sekitar Cilenggang dan Rawa Buntu menerima keluhan langsung dari tamu yang mengaku terganggu oleh aroma sampah yang menyebar di sekitar lokasi.

Gusri mengatakan bau sampah ini menyebabkan sebagian tamu salah menilai sumber bau berasal dari hotel atau restoran. 

“Kalau menginap atau makan di sekitar Cilenggang, tamu kadang mengeluhkan bau. Padahal itu bukan dari hotel kami, tapi dari tumpukan sampah di Cipecang,” ujar Gusri saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).

Dampak ini cukup terasa terutama di hotel-hotel yang dekat dengan area terdampak, seperti Rawa Buntu, sementara hotel di kawasan Alam Sutra relatif aman karena lokasinya lebih jauh. 

Meski begitu, Gusri menegaskan okupansi hotel secara keseluruhan di Tangsel masih stabil, terutama karena mayoritas tamu hotel adalah untuk kegiatan korporasi, seperti rapat dan acara kerja.

Sementara untuk restoran, pihaknya mencatat adanya protes dari konsumen, namun penurunan kunjungan secara signifikan belum terlihat. 

“Sekarang memang banyak protes, tapi dampaknya ke penurunan kunjungan mungkin baru kelihatan beberapa waktu ke depan,” jelas Gusri. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved