Viral Trotoar Puspitek Serpong Hanya Dicat, Fasilitas Disabilitas Dinilai Asal-asalan
Trotoar bercat kuning yang menyerupai guiding block di Jalan Raya Puspiptek Serpong, tepatnya di wilayah Muncul, Setu, Kota Tangerang Selatan
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Trotoar di Jalan Raya Puspiptek Serpong, Setu, Tangsel, viral karena guiding block disabilitas hanya dicat kuning tanpa tekstur khusus dan dinilai tidak sesuai standar.
- Warga menilai trotoar tersebut tidak ramah bagi penyandang disabilitas dan pesepeda serta terkesan asal-asalan.
- Pemkot Tangsel menyebut pedestrian itu menjadi kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten dan telah meneruskan keluhan warga untuk evaluasi.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SETU- Trotoar bercat kuning yang menyerupai guiding block di Jalan Raya Puspiptek Serpong, tepatnya di wilayah Muncul, Setu, Kota Tangerang Selatan, viral di media sosial.
Potret tersebut ramai diperbincangkan warganet karena guiding block yang seharusnya memiliki tekstur khusus untuk membantu penyandang disabilitas netra, justru hanya berupa cat berwarna kuning di atas permukaan trotoar.
Pantauan TribunTangerang.com di lokasi, guiding block yang hanya dicat berwarna kuning itu berada di sekitar tugu batas Kelurahan Muncul yang dilengkapi lambang Kota Tangerang Selatan.
Tidak terlihat adanya ubin khusus atau pola timbul sebagaimana standar guiding block pada umumnya.
Seiring viralnya unggahan tersebut, kondisi kini telah mengalami perubahan. Guiding block palsu yang sebelumnya dicat kuning diketahui telah dicat ulang menjadi warna abu-abu di sepanjang jalur tersebut.
Adi Hidayat, salah satu warga sekaligus pengguna trotoar, menilai desain trotoar tersebut tidak ramah bagi pesepeda maupun penyandang disabilitas.
Menurutnya, pembangunan trotoar seharusnya mengacu pada contoh yang sudah ada di wilayah lain di Kota Tangerang Selatan, seperti kawasan BSD.
“Menurut saya memang kurang pas. Kalau seperti di BSD kan konblok yang sudah ada itu dimanfaatkan, ada jalur sepeda dan jalur disabilitas. Kalau yang ini saya kurang setuju karena terlalu tinggi, tidak ada pembatasnya. Jadi kalau mau naik itu tidak ada penghubungnya, harus diangkat lagi,” ujar Adi, Setu, Kota Tangerang Selatan, Minggu (28/12/2025).
Ia menyoroti guiding block yang hanya ditandai dengan cat tanpa material khusus. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan perencanaan yang tidak matang.
“Kalau dilihat-lihat kesannya asal-asalan. Harusnya dikaji ulang dan dibuat lagi yang benar, seperti contoh yang sudah ada,” ujarnya.
Adi menyebut trotoar tersebut dibangun sekitar setahun lalu. Namun hingga kini, fungsinya dinilai belum maksimal dan justru menyulitkan pengguna.
“Iya, memang pembangunannya belum tepat kalau seperti ini dan perlu dikaji lagi. Trotoarnya tidak sesuai fungsi, cuma ditandai cat saja,” tambah Adi.
Sebagai warga, Adi berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan trotoar di wilayah pinggiran Tangsel agar tidak terjadi ketimpangan kualitas infrastruktur.
| Jadwal Samsat Keliling di Tangerang Rabu 14 Januari 2026, Berikut Daftar Lokasinya |
|
|---|
| Anggota The Jakmania Ditangkap Polisi Usai Kedapatan Bawa Sajam di Tangsel |
|
|---|
| Jadwal Samsat Keliling di Tangerang Selasa 13 Januari 2026, Ini Daftar Lokasinya |
|
|---|
| Jadwal Samsat Keliling di Tangerang Senin 12 Januari 2026, Berikut Lokasinya |
|
|---|
| Jadwal Samsat Keliling di Tangerang Jumat 9 Januari 2026, Berikut Daftar Lokasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/trotoar-dicat-di-Puspitek.jpg)