Buang Sampah di Depan Pemkot Tangsel, Mahasiswa Kritik Pengelolaan Sampah Tangsel
Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan dengan membuang sampah sebagai bentuk protes atas krisis sampah di wilayah Tangsel, khususnya Ciputat.
- BEM UMJ menilai pengelolaan sampah daerah belum optimal, ditandai tumpukan sampah di jalan dan permukiman yang menimbulkan bau serta mengancam kesehatan warga.
- Mahasiswa mendesak Pemkot Tangsel dan DLH melakukan pengangkutan rutin, menambah armada.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT- Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Jumat (26/12/2025).
Para mahasiswa yang menggelar aksi sempat membuang sampah di area kantor Wali Kota sebagai bentuk protes atas krisis sampah yang dinilai kian parah.
Diketahui, permasalahan sampah yang menggunung di sejumlah titik wilayah Tangsel, khususnya Ciputat, Kota Tangerang Selatan, kian memprihatinkan.
Tumpukan sampah terlihat di pinggir jalan hingga kawasan permukiman, menimbulkan bau tidak sedap serta mengancam kesehatan dan kenyamanan warga.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menyatakan sikap tegas dan mendesak Wali Kota Tangerang Selatan untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan sampah, khususnya di wilayah Ciputat.
BEM UMJ menilai permasalahan ini mencerminkan lemahnya tata kelola lingkungan serta belum optimalnya kebijakan pengelolaan sampah daerah.
“Pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap persoalan yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Diperlukan tindakan cepat, tegas, dan berkelanjutan,” tegas Damar Ananta Pramudya, Wakil Presiden Mahasiswa BEM UMJ kepada TribunTangerang.com, Minggu (28/12/2025).
Selain itu, BEM UMJ mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pengangkutan sampah secara rutin dari wilayah Ciputat Selatan hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Mereka juga menuntut penambahan armada dan fasilitas pendukung, serta penguatan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan dan pemilahan sampah.
Menurut mereka, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah perlu segera dilakukan agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
"Kebersihan lingkungan merupakan hak masyarakat dan kewajiban negara yang harus dipenuhi secara serius,” lanjut Damar.
Dalam tuntutannya, BEM UMJ juga meminta peningkatan transparansi dan akuntabilitas kinerja DLH kepada publik, serta mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk tegas dalam melakukan transformasi infrastruktur pengelolaan residu melalui penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Pengiriman Perdana Dimulai, Sampah Tangsel Kini Masuk TPA Cilowong Serang |
|
|---|
| Bukan Sampah Lama dari TPA Cipeucang, Ini yang Dikirim Tangsel ke Cilowong Serang |
|
|---|
| Hadapi Malam Tahun Baru, Pemkot Tangsel Siagakan Seluruh Armada Antisipasi Lonjakan Sampah |
|
|---|
| 500 Ton Sampah per Hari Dibuang ke Cilowong Serang, Pemkot Tangsel Siapkan Kompensasi |
|
|---|
| Krisis Sampah, Mahasiswa UMJ Ultimatum DLH Tangsel, Siapkan Aksi Lanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Demo-Sampah4.jpg)