Krisis Sampah, Mahasiswa UMJ Ultimatum DLH Tangsel, Siapkan Aksi Lanjutan
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menyatakan akan menunggu respons Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta memberi ultimatum kepada DLH Kota Tangerang Selatan dan menunggu respons penanganan krisis sampah hingga 2 Januari 2026, dengan ancaman aksi lanjutan jika tidak ada tanggapan.
- Mahasiswa mengaku telah mengirimkan tuntutan dan permohonan audiensi sebelum aksi unjuk rasa, namun hingga kini belum mendapat respons dari Pemkot Tangsel.
- BEM UMJ mendesak langkah konkret penanganan sampah, mulai dari pengangkutan rutin, penambahan armada, evaluasi sistem.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menyatakan akan menunggu respons Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan terkait penanganan krisis sampah yang terjadi di sejumlah wilayah.
Damar Ananta Pramudya, Wakil Presiden Mahasiswa BEM UMJ mengatakan jika hingga 2 Januari tidak ada tanggapan, BEM UMJ memastikan akan kembali menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah daerah.
"Respons akan ditunggu sampai tanggal 2 Januari," ujar Damar kepada TribunTangerang.com, Minggu (28/12/2025).
Damar menyatakan telah mengirimkan poin tuntutan sekaligus permohonan audiensi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebelum menggelar aksi unjuk rasa.
“Sebetulnya poin tuntutan dan permohonan audiensi sudah kami kirimkan sejak hari Rabu, sebelum aksi Jumat kemarin,” ujar Damar.
Namun hingga kini, BEM UMJ mengaku belum menerima respons dari pihak Pemkot Tangsel.
Sebelumnya diberitakan, Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Jumat (26/12/2025).
Para mahasiswa yang menggelar aksi sempat membuang sampah di area kantor Wali Kota sebagai bentuk protes atas krisis sampah yang dinilai kian parah.
Diketahui, permasalahan sampah yang menggunung di sejumlah titik wilayah Tangsel, khususnya Ciputat, Kota Tangerang Selatan, kian memprihatinkan.
Tumpukan sampah terlihat di pinggir jalan hingga kawasan permukiman, menimbulkan bau tidak sedap serta mengancam kesehatan dan kenyamanan warga.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menyatakan sikap tegas dan mendesak Wali Kota Tangerang Selatan untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan sampah, khususnya di wilayah Ciputat.
BEM UMJ menilai permasalahan ini mencerminkan lemahnya tata kelola lingkungan serta belum optimalnya kebijakan pengelolaan sampah daerah.
“Pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap persoalan yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Diperlukan tindakan cepat, tegas, dan berkelanjutan,” tegas Damar Ananta Pramudya, Wakil Presiden Mahasiswa BEM UMJ kepada TribunTangerang.com, Minggu (28/12/2025).
| UMJ Bantah Isu Permintaan Mahar dalam Aksi Terkait Sampah di Pemkot Tangsel |
|
|---|
| Pengiriman Perdana Dimulai, Sampah Tangsel Kini Masuk TPA Cilowong Serang |
|
|---|
| Bukan Sampah Lama dari TPA Cipeucang, Ini yang Dikirim Tangsel ke Cilowong Serang |
|
|---|
| Hadapi Malam Tahun Baru, Pemkot Tangsel Siagakan Seluruh Armada Antisipasi Lonjakan Sampah |
|
|---|
| 500 Ton Sampah per Hari Dibuang ke Cilowong Serang, Pemkot Tangsel Siapkan Kompensasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/DEMO-SAMPAH3.jpg)