Tuntutan soal Sampah Tak Digubris Pemkot Tangsel, Mahasiswa Beri Tenggat hingga 2 Januari 2026

Mahasiswa menilai Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersikap abai terhadap kritik mahasiswa terkait krisis sampah yang terjadi di sejumlah wilayah.

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
DEMO SAMPAH- BEM UMJ menggelar aksi dengan membuang sampah di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan sebagai protes atas krisis pengelolaan sampah yang dinilai kian parah (dokumentasi BEM UMJ) 

Ringkasan Berita:
  • BEM UMJ memberi tenggat hingga 2 Januari 2026 kepada Pemkot Tangerang Selatan dan DLH untuk merespons tuntutan penanganan krisis sampah..
  • Meski telah mengirim tuntutan dan permohonan audiensi sebelum aksi demonstrasi, mahasiswa mengaku belum menerima satu pun respons resmi.
  • Tumpukan sampah di Ciputat dan wilayah lain disebut telah mengancam kesehatan warga. Mahasiswa mendesak solusi konkret.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menilai Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersikap abai terhadap kritik mahasiswa terkait krisis sampah yang terjadi di sejumlah wilayah.

Mahasiswa melayangkan ultimatum kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. Jika hingga 2 Januari 2026 tidak ada respons resmi, BEM UMJ memastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan.

Wakil Presiden Mahasiswa BEM UMJ, Damar Ananta Pramudya, mengatakan sikap diam Pemkot Tangsel menjadi alasan utama mahasiswa kembali menyiapkan aksi tekanan.

"Respons akan kami tunggu sampai tanggal 2 Januari. Kalau tetap tidak ada tanggapan, kami pastikan akan ada aksi lanjutan,” ujar Damar kepada TribunTangerang.com, Senin (29/12/2025).

Damar mengungkapkan, sebelum menggelar aksi demonstrasi pada Jumat lalu, pihaknya telah lebih dulu mengirimkan poin tuntutan sekaligus permohonan audiensi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

"Sebetulnya poin tuntutan dan permohonan audiensi sudah kami kirimkan sejak hari Rabu, sebelum aksi Jumat kemarin,” katanya.

Namun hingga kini, kata Damar, BEM UMJ belum menerima satu pun respons resmi dari Pemkot Tangsel maupun DLH.

Baca juga: Krisis Sampah, Mahasiswa UMJ Ultimatum DLH Tangsel, Siapkan Aksi Lanjutan

Sebelumnya diberitakan, Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Jumat (26/12/2025).

Para mahasiswa yang menggelar aksi sempat membuang sampah di area kantor Wali Kota sebagai bentuk protes atas krisis sampah yang dinilai kian parah.

Diketahui, permasalahan sampah yang menggunung di sejumlah titik wilayah Tangsel, khususnya Ciputat, Kota Tangerang Selatan, kian memprihatinkan. 

Tumpukan sampah terlihat di pinggir jalan hingga kawasan permukiman, menimbulkan bau tidak sedap serta mengancam kesehatan dan kenyamanan warga.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menyatakan sikap tegas dan mendesak Wali Kota Tangerang Selatan untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan sampah, khususnya di wilayah Ciputat.

Baca juga: Buang Sampah di Depan Pemkot Tangsel, Mahasiswa Kritik Pengelolaan Sampah Tangsel

BEM UMJ menilai permasalahan ini mencerminkan lemahnya tata kelola lingkungan serta belum optimalnya kebijakan pengelolaan sampah daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved