Cerita Guru Belajar Menganyam di Tangsel untuk Membekali Murid Berkebutuhan Khusus Keterampilan
Eka mendapatkan waktu belajar selama tiga jam. Namun, berkat bimbingan intensif, ia mampu menyelesaikan anyamannya lebih cepat dari perkiraan.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT TIMUR - Di Pasar Gintung, sebuah toko Jolly Craft memajang beragam produk anyaman, dengan seorang wanita paruh baya tampak sibuk merangkai anyaman di dalamnya dengan penuh ketekunan.
Anyaman demi anyaman disusun, bukan sekadar menjadi tempat pensil, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Agustina Merdeka (49) guru di Bhakti Luhur, tampak antusias mengikuti kegiatan pelatihan menganyam yang dipandu Yuliani.
Ketertarikannya bukan tanpa alasan, dibalik senyum dan kesungguhan Agustina, tersimpan kepedulian besar terhadap masa depan anak didiknya.
"Saya guru SLB. Saya tertarik dengan kegiatan ini untuk melatih anak-anak saya di sekolah, karena anak-anak ABK butuh keterampilan, butuh kemandirian dalam hidup,” ujar Eka kepada TribunTangerang.com, Ciputat Timur, Tangsel, Senin (29/12/2025).
Ia mengaku sudah beberapa kali berkomunikasi agar bisa berlatih bersama Yuliani demi memahami teknik menganyam dengan baik.
"Supaya saya tahu bagaimana cara menganyam untuk membuat tas, lalu nanti bisa melatih anak-anak saya,” lanjutnya.
Dalam pelatihan tersebut, Eka mendapatkan waktu belajar selama tiga jam. Namun, berkat bimbingan intensif, ia mampu menyelesaikan anyamannya lebih cepat dari perkiraan.
"Bu Yuli memberi waktu tiga jam, tapi saya bisa menyelesaikan dalam waktu satu setengah jam dan bisa selesai dengan baik dengan bimbingan Bu Yuli,” ungkapnya bangga.
Bagi Eka, kegiatan ini bukan sekadar kelas keterampilan, melainkan peluang besar terutama bagi kaum perempuan untuk mandiri dan berbagi manfaat.
"Kalau dari sisi saya ini sangat menarik. Kenapa menarik? Karena ini peluang untuk kita kaum wanita, di mana kita punya salah satu keterampilan, yaitu menganyam. Saya pengen mengembangkan ini untuk anak-anak saya di sekolah, khususnya anak saya yang ABK,” katanya penuh harap.
Rencana besar pun telah disiapkan. Eka berniat memasukkan keterampilan menganyam sebagai bagian dari program pembelajaran di sekolahnya.
"Nanti untuk program saya di tahun ajaran baru 2026, saya pengen mengajarkan anak-anak bagaimana menganyam,” ujarnya mantap.
Lebih jauh lagi, Eka menyimpan mimpi yang lebih luas, sebuah ruang khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk tumbuh melalui keterampilan.
| Kehilangan Pekerjaan Usai Krisis Sampah: Cerita Petugas Kebersihan Pasar Cimanggis Tangsel |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Sabtu 17 Januari 2026: Sebagian Hujan Ringan |
|
|---|
| Lokasi SIM Keliling di Tangerang Selatan Sabtu 17 Januari 2026, Ada 2 Titik |
|
|---|
| Ini Alasan Terpal Dipasang di Pasar Cimanggis Tangsel Setelah Gunungan Sampah Diangkut |
|
|---|
| Ditutup Terpal dan Dipagar, Sampah di Sekitar Pasar Cimanggis Tangsel Kembali Menumpuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/GURU-SLB-BELAJAR-MENGANYAM.jpg)