Tidak Merasa Rugi Bekerja Lebih Jadi Pesan Pimpinan Perseroda PITS Jelang Tutup Tahun
Kerja Lebih Tak Pernah Rugi, Pesan Pimpinan Perseroda PITS Jelang Tutup Tahun
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Perseroda PITS Kota Tangerang Selatan tetap beroperasi normal hingga 31 Desember 2025, dengan seluruh karyawan masuk kerja dan libur resmi dimulai 1 Januari 2026 sebagai bentuk pelayanan.
- Direktur Utama Tubagus Hendra Suherman menekankan pentingnya profesionalisme, tanggung jawab pribadi, dan keteladanan pimpinan dalam menjaga komitmen kerja hingga akhir tahun.
- Pimpinan Perseroda PITS mengajak karyawan menanamkan mental kuat, optimisme, dan keyakinan bahwa kerja lebih tidak pernah merugikan.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG- Di saat banyak perusahaan mulai melonggarkan aktivitas kerja menjelang akhir tahun, Perseroda PITS atau PAM Kota Tangerang Selatan justru tetap beroperasi normal hingga akhir tahun 2025.
Seluruh karyawan masih masuk kerja, dengan libur resmi baru dimulai pada 1 Januari 2026.
Direktur Utama Perseroda PITS, Tubagus Hendra Suherman menegaskan komitmen bekerja hingga hari terakhir tahun merupakan bentuk tanggung jawab bersama, terutama dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini 31 Desember, kita masih kerja, semua di Perseroda juga masih masuk. Libur tinggal tanggal 1 Januari 2026 saja,” ujar Tubagus Hendra Suherman kepada TribunTangerang.com di kantornya, Pamulang, Tangsel, Rabu (3/12/2025).
Ia memahami suasana akhir tahun kerap memengaruhi semangat kerja karyawan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi ujian profesionalisme.
“Pastilah ada rasa, ‘ah malas kerja, sudah mau akhir tahun’. Tapi yang selalu saya sampaikan ke karyawan, kita ini pelayanan. Kalau pelayanan, ya harus total,” ujar Tubagus.
Komitmen itu, lanjutnya, tidak hanya dituntut dari karyawan, tetapi juga ia terapkan pada dirinya sendiri. Setiap hari, ia tetap menempuh perjalanan dari Bekasi menuju Tangsel sebagai bentuk keteladanan.
“Ketika saya berangkat dari rumah di Bekasi ke Tangsel, itu tanggung jawab. Artinya ini tanggung jawab kita semua, tanggung jawab pribadi-pribadi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menanamkan rasa tanggung jawab dalam bekerja, sekaligus menghilangkan perasaan rugi ketika harus bekerja lebih keras.
“Yang saya tanamkan juga, jangan pernah merasa rugi ketika kita bekerja lebih. Jangan pernah merasa rugi,” tegasnya.
Menurutnya, setiap usaha yang dilakukan dengan tulus akan kembali kepada diri sendiri, meskipun tidak selalu terlihat secara langsung.
“Hitungan kita secara matematis mungkin beda dengan hitungan Allah. Allah punya hitungan tersendiri. Kalau kita bekerja lebih, Allah juga pasti akan memberikan yang lebih,” jelas Tubagus.
Nilai kerja keras tersebut, menurutnya, berkaitan erat dengan sikap optimisme yang selama ini ia tanamkan kepada seluruh tim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Tubagus-Hendra-Suherman.jpg)