Kisah Inspiratif
Prinsip ‘Tabah Sampai Akhir’ Bawa Perseroda PITS Tangsel Keluar dari Krisis Puluhan Miliar
Pengalaman itulah yang kini ia bawa saat memimpin Perseroda PITS Kota Tangerang Selatan, perusahaan air minum Tangsel yang sempat terpuruk.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG - Perjalanan hidup Tubagus Hendra Suherman tidak selalu lurus dan nyaman. Ia dibentuk bukan di ruang rapat ber-AC sejak awal, melainkan di rimba, gunung, dan medan berat bersama Wanadri.
Wanadri merupakan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung.
Pengalaman itulah yang kini ia bawa saat memimpin Perseroda PITS Kota Tangerang Selatan, perusahaan air minum Tangsel yang sempat terpuruk dengan akumulasi kerugian Rp29 miliar.
“Saya masuk Wanadri itu bukan gaya-gayaan. Saya butuh bekal mental, karena kuliah pertanian itu identik dengan turun ke lapangan, ke daerah-daerah yang belum kita kenal,” kata Tubagus Hendra Suherman kepada TribunTangerang.com, Sabtu (3/1/2026).
Ia bergabung dengan Wanadri pada tahun 1990, saat masih kuliah di Fakultas Pertanian. Baginya, Wanadri adalah sekolah kehidupan.
“Di Wanadri, kita dilatih untuk jadi pribadi yang tangguh, survive. Pendidikan di sana berat sekali. Tapi justru itu yang saya rasakan manfaatnya sekarang,” ujarnya.
Wanadri memiliki semboyan yang terus melekat dalam dirinya, yaitu, tabah sampai akhir. Prinsip itu, menurutnya, bukan soal fisik semata, melainkan ketahanan mental.
“Di gunung itu, fisik bisa habis duluan. Yang menentukan kita lanjut atau berhenti itu mental. Sama seperti di kehidupan dan di pekerjaan,” ucap Tubagus.
Ia menyebut tantangan di dunia nyata justru sering kali lebih berat dibanding medan alam.
“Kalau di Wanadri kita disiapkan menghadapi ekstrem alam. Tapi ternyata tantangan hidup, tantangan memimpin organisasi, itu jauh lebih berat,” ujar Tubagus.
Pengalaman mengikuti berbagai pendidikan Wanadri, mulai dari pendakian gunung hingga operasi Search and Rescue (SAR), membentuk karakter pantang menyerah yang kini menjadi dasar kepemimpinannya.
Prinsip “tabah sampai akhir” itu benar-benar diuji ketika Tubagus dipercaya menjadi Direktur Utama Perseroda PITS pada Juni 2023. Saat itu, kondisi perusahaan jauh dari kata ideal.
“Waktu saya masuk, akumulasi kerugiannya sekitar Rp29 miliar. Itu fakta yang tidak bisa ditutup-tutupi,” ujarnya.
Baca juga: Tidak Merasa Rugi Bekerja Lebih Jadi Pesan Pimpinan Perseroda PITS Jelang Tutup Tahun
Alih-alih mundur, lelaki berbaju biru itu memilih menghadapi situasi tersebut dengan pendekatan problem solving.
| Cara Warga Tangsel Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Berkualitas |
|
|---|
| Kisah Inspiratif M. Fauzi, Seorang Disabilitas Rungu yang Sukses Raih Gelar S3 dan Jadi Dosen |
|
|---|
| Cerita Listiarsih Menolak Runtuh usai Ditinggal Suami dan Membesarkan Tiga Anak dari Hasil Mulung |
|
|---|
| Kisah Sukses Onih, Wanita Asal Sodong Tangerang yang Hidupi 3 Anak dari Produksi Opak |
|
|---|
| Kisah Mantan Napi Narkoba Jadi Barista di Bapas Jakbar: Dulu Dunia Malam, Kini Cari Rezeki Halal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/DIRUT-PERSERODA-PITS-575566.jpg)