Tandon Ciater Tangsel Memakan Korban Lagi, Warga Minta Tingkatkan Pengawasan

Pihak RT dan warga sudah sering memberikan peringatan agar tidak memasuki tandon, tetapi pengawasan pada malam hari tetap sulit dilakukan.

|
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
WANITA TENGGELAM - Seorang perempuan tewas tenggelam di Tandon Ciater Tangsel yang kedalamannya mencapai 7 meter, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Tandon Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, meski telah dipagari, masih mudah diakses dari berbagai jalur kampung.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan pengawasan, terutama pada malam hari.

Pantauan TribunTangerang.com di lokasi menunjukkan beberapa jalur pejalan kaki yang menghubungkan tandon dengan kampung sekitar, sehingga siapa pun bisa masuk tanpa pengawasan langsung.

Ketua RT 10 RW 03, Edih Sanjaya, menegaskan pihak RT dan warga sudah sering memberikan peringatan agar tidak memasuki tandon, tetapi pengawasan pada malam hari tetap sulit dilakukan.

“Dalemnya sekitar tujuh meter, kalau malam orang masuk, kita tidak bisa mengontrol. Warga harus hati-hati,” ujar Edih kepada TribunTangerang.com, Serpong, Tangsel, Senin (5/1/2026).

Edih menyebut, perlu adanya pengamanan tambahan, seperti patroli rutin atau penambahan penghalang fisik, agar kejadian tragis seperti korban tenggelam tidak terulang.

“Sudah dua kali ada musibah di tandon ini. Kalau akses tetap terbuka, risiko akan tetap tinggi,” tambah Edih.

Baca juga: Breaking News: Seorang Wanita Tewas di Tandon Ciater Tangsel, Tenggelam di Kedalaman 7 Meter

Meskipun area tandon dipagari dan diberi peringatan, kondisi jalur kampung yang banyak membuat tandon tetap rawan dimasuki, menjadi tantangan bagi pemerintah setempat dalam pengawasan keamanan lingkungan.

Sebagai informasi, seorang perempuan ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di tandon yang memiliki kedalaman sekitar 7 meter, Senin (5/1/2026) dini hari.

Edih Sanjaya, menegaskan kejadian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, tandon yang sama juga pernah memakan korban, sehingga warga seharusnya lebih waspada. (m30)

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved