Masalah Sampah di Tangsel

Pedagang Pasar Jombang Tangsel Keluhkan Masalah Sampah Tahun Baru yang Belum Tuntas

Masalah tumpukan sampah di kawasan Pasar Jombang di jalan Jombang Raya No 41 RT 4 RW 13, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
SAMPAH DI PASAR JOMBANG - Sampah yang menumpuk sejak momen Tahun Baru di Pasar Jombang Ciputat belum tertangani tuntas, hanya sekali diangkut penuh lalu kembali menggunung dan mengganggu aktivitas pedagang, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico)   

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Masalah tumpukan sampah di kawasan Pasar Jombang di jalan Jombang Raya No 41 RT 4 RW 13, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, belum juga terselesaikan meski telah berlangsung sejak momen pergantian tahun. 

Pantauan TribunTangerang.com, pasar yang hanya berjarak 100 meter dari Stasiun Sudimara itu tercium bau bangkai yang menyebar ke sekeliling.

Sebelum memasuki area Pasar Jombang, terlihat gunungan sampah yang sudah setinggi atap pasar. Sebagian tumpukan sampah ditutupi terpal biru, sementara air lindi menggenang dan berserakan di jalanan pasar.

Lalat menyerbu dagangan pedagang, dan belatung bahkan terlihat masuk ke dalam barang dagangan.

Sampah yang kembali menumpuk saat Tahun Baru 2026 hingga kini kembali menggunung dan mengganggu aktivitas pedagang serta warga sekitar.

Menurut pengakuan Imas, tumpukan sampah mulai terlihat sejak akhir Desember lalu. 

Sejak saat itu, sampah tidak rutin diangkut dan dibiarkan menumpuk di sekitar area pasar, bahkan hingga meluber ke badan jalan.

“Ini sampah dari tahun baru, belum tuntas diambil,” ujar Imas, pedagang bumbu dapur kepada TribunTangerang.com, Ciputat, Tangsel, Selasa (6/1/2026)

Perempuan yang telah berjualan di pasar Jombang selama 6 tahun mengatakan lebih dari satu bulan terakhir, sampah baru sekali diangkut secara penuh. 

Namun, kondisi tersebut hanya berlangsung sementara. Beberapa hari kemudian, sampah kembali menumpuk dan menutup akses di depan lapaknya.

Akibat tumpukan sampah itu, aktivitas jual beli terganggu. Jalan di depan lapak menjadi sempit, aliran air tersumbat, dan bau menyengat kerap tercium.

Imas mengaku omzet dagangannya turun hingga separuh karena pembeli enggan mendekat.

“Kalau sudah bau dan jalannya ketutup, orang pilih belanja ke tempat lain,” ujar Imas.

Selain mengganggu aktivitas ekonomi, tumpukan sampah juga berdampak pada kondisi lingkungan pasar. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved