Masalah Sampah di Tangsel
Jawab Keluhan Warga, Pemkot Tangsel Mulai Bersihkan Gunungan Sampah di Area Pasar
Pemerintah Kota Tangerang Selatan memfokuskan penanganan sampah di koridor jalan utama dan kawasan pasar selama tanggap darurat sampah
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Dalam beberapa hari terakhir, tumpukan sampah menggunung di Pasar Ciputat, Cimanggis, Jombang hingga Bintaro. Sampah yang tidak terangkut tersebut menimbulkan bau menyengat dan air lindi yang mengalir ke jalan, sehingga dikeluhkan warga dan pedagang.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memfokuskan penanganan sampah di koridor jalan utama dan kawasan pasar selama masa perpanjangan status tanggap darurat sampah.
Status tanggap darurat sampah diperpanjang selama dua pekan, terhitung mulai 6 hingga 19 Januari 2026.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyampaikan, hasil evaluasi penanganan sampah yang dilakukan selama dua hari terakhir menjadi dasar perpanjangan status tanggap darurat selama dua minggu ke depan.
Baca juga: Pemkot Tangsel Perpanjang Status Darurat Sampah hingga 19 Januari 2026
Dalam periode tersebut, Pemkot Tangsel memprioritaskan pembersihan di ruas jalan utama dan pasar yang dinilai rawan terjadi penumpukan sampah.
“Intervensi pertama yang kita lakukan adalah penanganan sampah di koridor pasar dan koridor jalan-jalan utama, seperti Jalan Serpong dan Jalan Ciputat,” ujar Benyamin Davnie di Gedung Puspemkot Tangsel, Ciputat, Tangsel, Kamis (8/1/2026).
Selain jalan protokol dan pasar, penanganan sampah juga dilakukan di wilayah permukiman dan titik-titik lain yang membutuhkan penanganan cepat.
Dengan status tanggap darurat, Benyamin memastikan pihaknya memiliki fleksibilitas untuk melakukan pergeseran kegiatan dan sumber daya agar pengangkutan sampah dapat berjalan lebih optimal.
Baca juga: Pedagang Pasar Jombang Tangsel Keluhkan Masalah Sampah Tahun Baru yang Belum Tuntas
Pengangkutan sampah di kawasan pasar dan jalan utama mulai dilakukan pada malam hari, Rabu (7/1/2026).
Beberapa lokasi seperti Pasar Cimanggis dan Jombang telah mulai diangkut dengan sebagian sampah dikelola melalui kerja sama pihak ketiga.
“Mulai malam ini sudah dilakukan pengangkutan, termasuk di pasar-pasar. Kita harapkan kondisi bisa segera lebih bersih,” kata Benyamin Davnie.
Dalam mendukung upaya tersebut, Pemkot Tangsel menyiapkan penambahan armada truk sampah. Dari sebelumnya 27 unit, jumlah armada ditargetkan meningkat hingga sekitar 40 unit selama masa tanggap darurat. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Pemkot Tangsel Tambah Armada Truk Sampah dari 27 Jadi 40 Unit |
|
|---|
| Pemkot Tangsel Perpanjang Status Darurat Sampah hingga 19 Januari 2026 |
|
|---|
| Sampah Pasar Jombang Tangsel Menggunung, Drainase Tersumbat dan Pedagang Keluhkan Bau |
|
|---|
| Pedagang Pasar Jombang Tangsel Keluhkan Masalah Sampah Tahun Baru yang Belum Tuntas |
|
|---|
| Sampah Meluber di Pasar Bintaro Tangsel, Ganggu Akses Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Benyamin-Davnie-3044.jpg)