Minggu, 14 Juni 2026

Pasar Cipadu

Sepinya Pasar Cipadu, Omzet Pedagang Tekstil Turun Lebih dari Separuh

Pasar Cipadu sempat menjadi primadona masyarakat untuk membeli tekstil. Beragam jenis kain hingga produk turunan fesyen

Tayang:
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PASAR CIPADU SEPI - Pasar Cipadu yang dulu ramai sebagai pusat tekstil kini tampak lengang, dengan deretan toko masih berdiri namun minim aktivitas pembeli. Omzet pedagang turun pasca Covid-19 dan tidak kunjung pulih. (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico 
Ringkasan Berita:
  • Pasar Cipadu di Pondok Aren yang dulu menjadi pusat tekstil kini tampak sepi, dengan aktivitas jual beli menurun dan banyak toko hanya menunggu pembeli.
  • Pandemi Covid-19 menjadi titik awal kemunduran, omzet pedagang turun drastis hingga separuh dan jumlah toko yang bertahan semakin sedikit.
  • Pedagang berharap pemulihan ekonomi agar pasar kembali ramai, meski sebagian masih mengandalkan pelanggan lama dan belum beralih ke penjualan online.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, PONDOK AREN- Pasar Cipadu sempat menjadi primadona masyarakat untuk membeli tekstil.

Beragam jenis kain hingga produk turunan fesyen pernah menjadikan kawasan ini sebagai tujuan utama para pedagang dan pembeli.

Namun, seiring waktu, kejayaan itu perlahan memudar dan Pasar Cipadu kini mulai ditinggalkan.

TribunTangerang.com mendatangi langsung kawasan Pasar Cipadu. Sepanjang jalan, deretan toko masih tampak berdiri rapat. 

Sejumlah pedagang menjajakan berbagai jenis kain tekstil, mulai dari bahan pakaian, kain seragam, hingga gorden.

Tak sedikit pula toko yang menjual pakaian dengan beragam model dan warna.

Pasar Cipadu Tidak Seramai Dulu

Meski demikian, suasana pasar tidak seramai dulu. Di hampir setiap sudut, hanya terlihat beberapa pedagang yang duduk menunggu di dalam tokonya. 

Aktivitas jual beli tampak minim, sementara lalu lalang pengunjung pun jarang terlihat. Banyak toko tampak sepi tanpa kehadiran pembeli yang singgah.

Suasana yang dulu riuh oleh aktivitas jual beli tekstil perlahan berubah menjadi sunyi, terutama sejak pandemi Covid-19 melanda.

Mukhlis (50), penjaga Toko Sabana Textile, mengatakan kondisi pasar saat ini jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya. 

“Kalau dulu rame banget. Mobil sampai padat di depan parkiran,” ujar Mukhlis kepada TribunTangerang.com, Pondok Aren, Tangsel, Sabtu (24/1/2025).

Toko Sabana Textile bukan pemain baru di Pasar Cipadu. Usaha tekstil ini telah berdiri sejak awal tahun 2000-an dan sempat berkembang hingga memiliki empat toko. 

Covid-19 jadi awal kemunduran

Namun, pandemi menjadi titik balik yang berat bagi usaha tersebut.

“Mulainya itu merosot waktu corona. Penjualan bisa hilang separuh, bahkan lebih,” kata Mukhlis. 

Jika sebelumnya omzet bulanan bisa mencapai Rp20–30 juta, kini angka Rp10 juta pun sulit diraih. 

“Sekarang cari sepuluh juta aja susah,” tambahnya.

Sepinya pasar juga terlihat dari jumlah pengunjung harian. Mukhlis menyebut, dalam kondisi paling ramai sekalipun, pembeli yang datang ke tokonya hanya sekitar 15 orang per hari. 

“Kalau sekarang yang datang itu bisa dihitung. Paling-paling 15 orang,” ujarnya.

Dampak penurunan penjualan membuat skala usaha ikut menyusut. Dari empat toko yang dulu beroperasi, kini hanya dua yang masih bertahan. 

“Dulu tokonya ada empat, sekarang tinggal dua. Karena penjualan separuh hilangnya,” jelas Mukhlis.

Sebagian besar pelanggan Toko Sabana merupakan pelaku konveksi yang membeli kain untuk seragam pabrik, mal, atau kantor.

Namun, jumlah pembelian mereka juga tidak menentu karena bergantung pada order yang diterima.

“Kalau konveksi dapat banyak order, dia belanja banyak. Kalau nggak ada, ya nunggu,” katanya.

Belum beralih ke sistem online

Meski tren penjualan online semakin mendominasi, Mukhlis mengaku tokonya belum beralih ke sistem daring. Ia masih mengandalkan pelanggan lama untuk bertahan.

"Kalau toko saya belum ada online. Cuma mengharap pelanggan doang,” ujarnya.

Dengan kondisi pasar yang semakin sepi, Mukhlis berharap roda ekonomi bisa kembali berputar. 

“Kalau ekonomi lancar, ya rakyat lancar semuanya,” pungkasnya. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
Live
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved