Sabtu, 13 Juni 2026

Sungai Jalatreng Tangsel Tercemar Limbah, Air Berubah Putih Pekat

Aliran Kali Jalatreng di kawasan Perumahan De Latinos, BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten mendadak berubah warna menjadi putih pekat.

Tayang:
Tribuntangerang.com/dokumentasi milik warga Freddy
AIR SUNGAI BERUBAH WARNA - Aliran Kali Jalatreng di Perumahan De Latinos, BSD, mendadak berubah putih pekat dan berbau menyengat setelah kebakaran gudang pestisida, membuat warga resah (dokumentasi milik warga Freddy) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Aliran Kali Jalatreng di kawasan Perumahan De Latinos, BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten mendadak berubah warna menjadi putih pekat pada Senin (9/2/2026), ramai diperbincangkan di media sosial. 

Dalam video yang beredar, air kali tampak berbeda dari biasanya, berwarna putih pekat dan berbau menyengat, membuat warga resah.

Lantas, apa penyebab air sungai itu berubah warna?

Danton Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, Sahroni, menjelaskan penyebab perubahan warna air sungai. Menurutnya, kebakaran terjadi di gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Serpong.

"Itukan bahan kimia yang terbakar itu. Bahkan limbahnya saja sampai mencemari sungai yang di BSD, sampai banyak ikan yang mati. Pestisida itu," ujar Sahroni saat dihubungi, Senin (9/2/2026).

Sahroni menambahkan, air yang digunakan untuk memadamkan api bercampur dengan sabun dan zat pestisida sehingga menjadi limbah berwarna putih. 

Limbah ini kemudian mengalir melalui selokan dan sampai ke Sungai Jalatreng di Perumahan De Latinos.

Baca juga: Ratusan Ikan Mati di Tandon Sarana Indah Permai Pamulang, Diduga Akibat Pencemaran

Jadi itu memang pembuangan airnya (selokan), kemudian pembuangan airnya itu ke sungai. Jadi ngalirnya mau enggak mau ke sana," jelas dia.

Sahroni menegaskan dampak pencemaran terlihat dari perubahan warna air dan bau tidak sedap, bahkan ditemukan ikan mati di sejumlah titik aliran sungai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Tangerang Selatan, Omay Komarudin, mengatakan kebakaran gudang pestisida dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

"Kebakaran terjadi jam 4.30 WIB dan pasukan kita langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman," ujarnya. 

Omay menyebut sedikitnya 14 unit mobil pemadam dikerahkan, termasuk dua unit dari BSD dan dua unit tangki penyuplai air.

"Yang kebakaran itu gudang pestisida. Untuk penyebab kebakaran sampai sekarang masih dalam penyidikan," pungkasnya.

Adapun, Omay memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar. (m30)

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved