Rabu, 20 Mei 2026

Lebaran 2025

Beda Idulfitri dan Dekat Nyepi, Begini Cara Warga Tangsel Menjaga Harmoni

Masyarakat di Kota Tangerang Selatan merayakan Idulfitri dengan suasana yang harmonis, meskipun diwarnai perbedaan waktu perayaan

Tayang:
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
LEBARAN 2026- Jemaah usai melaksaan Salat Idul Fitri 2026 di Masjid Islamic Center Serpong. Meski Idulfitri dirayakan berbeda waktu dan berdekatan dengan Nyepi, warga di Tangerang Selatan tetap menjaga harmoni melalui toleransi, saling menghormati, dan solidaritas sosial yang kuat, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 
Ringkasan Berita:
  • Warga Tangerang Selatan merayakan Idulfitri 1447 H dengan suasana harmonis meski ada perbedaan waktu Lebaran di kalangan umat Muslim.
  • Wali Kota Benyamin Davnie menyebut masyarakat menunjukkan toleransi tinggi, termasuk saat Idulfitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
  • Aktivitas ibadah dan kegiatan sosial seperti zakat serta sedekah berjalan lancar, memperkuat solidaritas dan kebersamaan warga.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Masyarakat di Kota Tangerang Selatan merayakan Idulfitri dengan suasana yang harmonis, meskipun diwarnai perbedaan waktu perayaan di kalangan umat Muslim.

Momentum hari raya tahun ini menjadi gambaran kuat tentang toleransi dan kerukunan yang terjaga di tengah keberagaman.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengungkapkan perbedaan penentuan 1 Syawal yang menyebabkan sebagian umat merayakan Lebaran lebih dahulu dan sebagian lainnya menyusul tidak menimbulkan gesekan.

Sebaliknya, masyarakat justru menunjukkan sikap saling menghormati dalam menjalankan keyakinan masing-masing.

“Alhamdulillah, masyarakat Muslim di Tangerang Selatan melewati Idulfitri dengan penuh keimanan,” ujar Benyamin Davnie, Serpong, Tangsel, Sabtu (21/3/2026).

Benyamin menilai, kondisi ini mencerminkan kedewasaan sosial dalam menyikapi perbedaan yang ada.

Ia mengatakan, tidak hanya di internal umat Muslim, suasana toleransi juga terasa dalam hubungan antarumat beragama. 

Kedekatan waktu Idulfitri dengan Hari Raya Nyepi menjadi ujian tersendiri dalam menjaga harmoni sosial, namun dapat dilalui dengan baik.

Masyarakat dari berbagai latar belakang agama tetap menjalankan ibadah dan perayaan masing-masing tanpa saling mengganggu. 

Hal ini memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan yang telah tumbuh di lingkungan sosial Tangsel.

“Perbedaan, baik di antara umat Muslim maupun dengan umat lain yang merayakan hari besar seperti Nyepi, semuanya bisa diterima dan dilewati dengan baik serta harmonis,” lanjutnya.

Suasana ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga komunikasi dan saling pengertian. Tradisi saling menghormati yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, aktivitas keagamaan selama Ramadan hingga Idulfitri juga berjalan dengan lancar. Masjid-masjid dipenuhi jamaah yang menjalankan ibadah dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Benyamin mengatakan kegiatan sosial seperti pembagian zakat, infak, dan sedekah turut memperkuat rasa solidaritas antarwarga. Bantuan yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang.

Lebih lanjut, ia mengatakan kondisi ini sekaligus menunjukkan kehidupan sosial di Tangsel tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual. Nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan berjalan beriringan.

“Ini menandakan pembangunan, baik mental, spiritual, maupun sosial di Tangerang Selatan berjalan secara sehat,” pungkasnya. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved