Rabu, 3 Juni 2026

Iduladha 2026

Kurban Sah Bukan Cuma Soal Tradisi, Ini Penjelasan MUI Tangsel

MUI Tangsel ingatkan warga agar memahami ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi bagian dari syiar Islam yang memiliki makna mendalam

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
BERKURBAN - MUI Tangsel menegaskan kurban adalah ibadah syiar yang harus sesuai syariat, sehat, dan layak melalui kolaborasi dengan pemerintah, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico)   

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Menjelang Hari Raya Iduladha, Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang Selatan mengingatkan masyarakat agar memahami ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi bagian dari syiar Islam yang memiliki makna mendalam.

Sekretaris 2 MUI Tangerang Selatan, Aep Saefudin, menegaskan pelaksanaan kurban harus dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat, baik dari sisi pemilihan hewan hingga proses penyembelihan.

Ia menyampaikan hewan kurban yang layak tidak hanya dilihat dari penampilan fisik secara kasat mata, tetapi juga harus dipastikan kesehatannya melalui pemeriksaan yang sesuai standar medis.

“Sehat itu tidak cukup dengan penglihatan mata orang awam, tapi sehat menurut ilmu kedokteran hewan. Jadi, terbebas dari penyakit PMK,” ujar Aep dalam keterangannya yang diterima TribunTangerang.com, Jumat (22/5/2026).

Selain sehat, Aep menjelaskan hewan kurban juga harus memenuhi syarat cukup umur, yang dalam istilah sehari-hari ditandai dengan kondisi gigi hewan yang sudah tanggal atau layak disembelih.

Baca juga: Benyamin Davnie Jamin Hewan Kurban di Tangsel Sehat dan Bebas PMK

Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi bagian penting agar ibadah kurban yang dilakukan masyarakat benar-benar sah dan diterima secara syariat.

Aep menilai antusiasme masyarakat Tangerang Selatan dalam berkurban setiap tahun cukup tinggi, baik melalui sistem pembelian hewan secara individu maupun patungan.

“Saya melihat antara yang patungan maupun sendiri itu berimbang ya. Tapi kecenderungan orang sekarang mencari yang lebih mudah,” ucapnya.

Ia menjelaskan sistem patungan satu ekor sapi untuk tujuh orang menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati masyarakat karena lebih ringan secara ekonomi.

Di sisi lain, Aep mengapresiasi meningkatnya ketersediaan hewan kurban di pasaran menjelang Iduladha yang menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara MUI dan pemerintah daerah dalam memastikan kesehatan serta kelayakan hewan kurban di lapangan.

“Kita bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan Tangerang Selatan untuk memberikan rasa aman, baik dari sisi syariat maupun kesehatan hewan,” tutup Aep. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved