CPNS 2021

Bagaimana Nasib Peserta Tes SKD CPNS 2021 di Jawa-Madura-Bali yang Belum Vaksin? Ini Solusinya

Salah satu syarat mengikuti SKD CPNS 2021 untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali adalah wajib sudah melakukan vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Pendaftaran CPNS 2021 lewat sekolah kedinasan 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Berikut ini solusi jika peserta tes SKD CPNS 2021 wilayah Jawa-Madura-Bali belum vaksin.

Diketahui, Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 akan dimulai pada 2 September 2021.

Satu diantara syarat mengikuti SKD CPNS 2021 untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali adalah wajib sudah melakukan vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

Baca juga: Mengintip Perkiraan Gaji Wakil Komisaris BRI, Posisi yang Ditinggalkan Rektor UI Ari Kuncoro

Baca juga: Ketika Oknum Satpol PP, Dishub hingga BPBD Kompak Pungli ke Sopir Truk Modus Surat Vaksin Covid-19

PILU, Suami Istri Ini Terpaksa Jual Panci hingga Rice Cooker untuk Beli Beras Akibat Terdampak PPKM

Syarat tersebut berdasarkan rekomendasi dari Ketua Satgas Covid-19 untuk pelaksanaan tes SKD CPNS 2021.

Lantas bagaimana jika peserta tes SKD CPNS belum bisa melakukan vaksinasi Covid-19?

Deputi Sistem Informasi dan Kepegawaian BKN, Suharmen menjelaskan, bagi peserta tes di Jamali yang belum melakukan vaksin, baik itu ibu hamil menyusui, komorbid atau penyintas Covid-19 yang belum tiga bulan, maka diberikan solusi lain.

Peserta tes yang belum bisa divaksin dapat membawa surat keterangan dokter yang menyatakan peserta tidak bisa divaksin.

"Khusus untuk ibu hamil, menyusui kemudian yang komorbid ataupun memang yang bersangkutan tidak boleh divaksin, mereka bisa menunjukkan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak diizinkan vaksin karena alasan kesehatan," jelas Suharmen, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube BKN, Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, panitia akan menyikapi hal tersebut dengan bijak sehingga nantinya tidak akan menggugurkan hak masyarakat untuk bisa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Bagi mereka yang seperti itu tentu diizinkan untuk mengikuti seleksi," tambahnya.

Positif Covid-19 Sebelum Tes SKD

Bagi peserta yang dinyatakan positif Covid-19 beberapa hari sebelum jadwal pelaksanaan tes, maka akan diberi toleransi dan tidak langsung dinyatakan gugur.

Nantinya, peserta tes SKD CPNS yang positif Covid-19 dapat mengajukan penjadwalan ulang.

Namun ada sejumlah ketentuan yang harus dilakukan jika ingin mengajukan jadwal ulang.

Peserta tes yang positif Covid-19 tersebut harus segera melapor kepada instansi tempat melamar formasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved