Senin, 4 Mei 2026

Virus Corona

Kasus di Indonesia Terkecil di ASEAN tapi Angka Kematian Tertinggi, LaporCovid-19: Ada Anomali Data

Ahmad Arif, co-lead Koalisi Warga untuk LaporCovid-19 mengatakan, secara umum kasus Covid-19 di Indonesia menurun.

Tayang:
Editor: Yaspen Martinus
laporcovid19.org
LaporCovid-19 mendata sejauh ini ada sekitar 3.013 selama isoman, meninggal. 

TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Ahmad Arif, co-lead Koalisi Warga untuk LaporCovid-19 mengatakan, secara umum kasus Covid-19 di Indonesia menurun.

Namun, di satu sisi menimbulkan tanda tanya.

Kasus penurunan Indonesia menurutnya tidak sebanding dengan angka kematian yang masih sangat tinggi.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 5 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Cuma Ada di Tiga Provinsi

Di sisi lain, menurutnya ada hal yang menarik, yakni pemerintah tidak punya data kasus pasien isolasi mandiri yang meninggal di rumah.

"LaporCovid-19 mendata sejauh ini ada sekitar 3.013 selama isoman, meninggal."

"Seperti saya sampaikan tadi, kasus paling kecil se-ASEAN, tetapi angka kematian tertinggi."

Baca juga: Warga Afrika Selatan dan Portugal Ikut Meninggal Akibat Kebakaran di Lapas Tangerang

"Secara global bahkan Indonesia nomor 2 tiap hari," ungkapnya secara virtual, Selasa (8/9/2021).

Menurutnya, secara umum data kematian sangat bermasalah.

Arif menyebut ada anomali data antara kasus yang kecil dengan tingginya tingkat kematian.

Baca juga: KRONOLOGI Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab

Menurut Arif, situasi ini dipengaruhi oleh data.

Selain itu, sampai sekarang Indonesia belum menggunakan definisi kematian akibat Covid-19 sesuai standar WHO.

Artinya, ada yang mengalami gejala Covid-19 meninggal dan belum sempat dites, tapi dilakukan pendataan.

Baca juga: Ketua Jokowi Mania: Reshuffle Kabinet Selambat-lambatnya Awal Oktober

"Banyak yang meninggal gejala Covid-19 tapi tidak didata."

"Itu terjadi juga di Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian besar tidak terdata secara Covid-19."

"Masyarakat adat jauh lebih tinggi. Masih timpang sekali, tes kita masih dilakukan Jakarta. Kalau Jakarta turun, maka turun juga," paparnya.

Baca juga: Ketua Joman Ungkap Jokowi Mulai Jaga Jarak dengan Menteri yang Bakal Direshuffle

Arif melihat ada kelemahan dari penanganan Covid-19, yaitu dari segi data, testing, dan tracing yang masih sangat lemah.

Masih banyak yang mengeluhkan gejala Covid-19 tapi tidak ditesting dan di-tracing.

"Semakin jauh ke pedalaman, masalah ini semakin membesar," ucapnya.

Baca juga: Cukup Sekali Suntik, Ini Efikasi Vaksin Johnson and Johnson dan Cansino yang Sudah Diizinkan BPOM

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 138.630 orang per 7 September 2021, dan sebanyak 137.156 orang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 7 September 2021, dikutip TribunTangerang dari laman Covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 853.171 (20.6%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 695.897 (16.8%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 474.990 (11.5%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 388.087 (9.4%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 153.310 (3.7%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 152.114 (3.7%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 129.948 (3.1%)

RIAU

Jumlah Kasus: 125.275 (3.0%)

BALI

Jumlah Kasus: 109.058 (2.6%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 106.174 (2.6%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 99.858 (2.4%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 87.670 (2.1%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 67.515 (1.6%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 60.684 (1.5%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 58.563 (1.4%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 52.747 (1.3%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 48.779 (1.2%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 47.598 (1.1%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 44.076 (1.1%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 44.028 (1.1%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 37.494 (0.9%)

ACEH

Jumlah Kasus: 34.845 (0.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 33.040 (0.8%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 33.032 (0.8%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 32.840 (0.8%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 28.777 (0.7%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 26.462 (0.6%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 22.758 (0.5%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 22.620 (0.5%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 19.809 (0.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 14.378 (0.3%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 11.848 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 11.775 (0.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 11.388 (0.3%). (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved