Kebakaran

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Layani Trauma Healing Warga Binaan Lapas Klas I Tangerang

Program trauma healing itu bekerja sama dengan RSUD Kota Tangerang dan Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi).

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Program trauma healing itu bekerja sama RSUD Kota Tangerang dengan Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) untuk korban kebakaran Lapas Klas I Tangerang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Dinas Kesehatan Kota Tangerang membuka layanan trauma healing bagi korban kebakaran Blok C2 Lapas Klas I Tangerang.

Pelayanan kesehatan jiwa tersebut diikuti oleh puluhan warga binaan Lapas Tangerang khususnya narapidana Blok C yang mengalami langsung peristiwa kebakaran tersebut.

Kepala Bidang Dinkes Kota Tangerang dr Indri Bevy mengatakan, program trauma healing digelar sejak Selasa (14/9/2021) hingga Jumat (17/9/2021).

Program trauma healing itu bekerja sama dengan RSUD Kota Tangerang dan Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi).

Trauma healing saat ini difokuskan kepada para napi, selanjutanya petugas yang bertugas saat kebakaran terjadi. 

Baca juga: Korban Meninggal Kebakaran Lapas Klas I Tangerang Bertambah 1 Orang, Total Menjadi 49 Orang Tewas

Baca juga: Sepekan, Korban Kebakaran Lapas Tangerang Sudah Teridentifikasi Semua, Kerja Tim DVI Berakhir

Indri Bevy menjelaskan, sejak hari kedua insiden kebakaran, tim Dinkes Kota Kebakaran  sudah turun tangan untuk melakukan pendekatan, penenangan dan pendalaman terkait gangguan psikis atau mental korban selamat kebakaran.

Selain itu, mereka juga memeriksa kesehatan warga binaan blok tetangga yang mendengar atau melihat kebakaran. 

"Sebelum para napi bertemu dokter, Dinkes telah menyebar kuesioner dengan 29 poin pertanyaan," kata Indri Bevy, Kamis (16/9/2021).

"Hasilnya, baru ditentukan mereka membutuhkan penanganan psikiater atau psikolog dengan berbagai status traumanya,” ucapnya.

Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Kota Tangerang dr Amir Ali mengatakan, hasil kuesioner napi banyak yang mengalami kecemasan dan kesulitan tidur.

"Maka, pada trauma healing ini belasan dokter psikiater dan psikolog diturunkan, melakukan terapi kejiwaan dan terapi pengobatan. Sejauh ini belum ada yang naik pada tahap rujukan,” ucap Amir. 

Baca juga: Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Dua Unit Rumah Petakan di Pamulang

Baca juga: 2 Rumah Petakan Kebakaran di Pamulang Kota Tangsel, Terdengar Suara Ledakan

Pada proses terapi, kata Amir, dilakukan secara orang per orang sehingga sampai saat ini baru menangani 83 warga binaan.

"Angka ini masih akan terus bertambah. Jika trauma healing seperti ini tidak dilakukan tidak menutup kemungkinan, para napi dapat mengalami kecemasan yang lebih dalam atau depresi yang mendalam,” katanya. 

Jika empat hari trauma healing ini selesai, selanjutnya terapi rutin akan dilakukan jajaran dokter Kemenkumham.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved