Kesehatan
Selama Perawatan, Pasien Demam Berdarah Dengue Dilarang Konsumsi 3 Jenis Makanan Ini
Selama pasien demam berdarah dengue dirawat, untuk menaikkan jumlah trombosit ada beberapa makanan yang dipantang.
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Waspada selalu akan bahaya mengintai ketika seseorang terkena demam berdarah dengue atau DBD.
Kondisi seseorang yang kena DBD akan mengalami trombosit turun.
Jika terus-menerus turun akan mengancam jiwa pasien DBD. Nah, agar trombosit tak turun dan malah naik, ada beberapa pantangan makanan yang mesti dipatuhi saat mengalami DBD.
Jika kekurangan asupan nutrisi, pembentukan dan peran trombosit tidak bekerja optimal.
Lantas, apa peran trombosit dan pantangan makanan dan minuman apa saja yang harus dilakukan saat DBD?
Ketahui penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Kenali 8 Gejala Demam Berdarah Dengue, Jangan Dianggap Sepele !
Trombosit atau keping darah membantu tubuh untuk menghentikan pendarahan.
Bila pembuluh darah rusak, trombosit langsung bekerja membentuk sumbatan untuk memperbaiki kerusakan.
Di samping itu, trombosit menjadi respon pertama sistem kekebalan tubuh terhadap virus, bakteri, atau alergen yang masuk ke dalam aliran darah.
Trombosit akan mengaktifkan sinyal yang mendeteksi adanya kompleks imun yang terbentuk akibat reaksi antibodi terhadap infeksi ulang oleh kuman.
Jumlah trombosit normal pada orang dewasa mencapai 150.000-450.000 di dalam darah.
Pada orang yang DBD, jumlah trombosit bisa lebih rendah dari batas bawah jumlah normal.
Jumlah trombosit yang rendah bisa membuat pasien DBD mengalami gejala seperti mimisan, mudah memar, perdarahan, berdarah saat menyikat gigi, dan bintik-bintik merah.
Mereka setelah terinfeksi virus degue biasanya akan merasakan kondisi, sebagai berikut:
- Demam selama 2 – 7 hari
- Suhu tubuh cenderung tinggi, berkisar 39 – 40 derajat celsius
- Mual
- Muntah
- Nyeri atau ngilu sendi
- Sakit kepala
- Kadang muncul ruam kemerahan di kulit
- Batuk dan pilek, namun jarang
Kepala Unit Gizi RS JIH Solo, Himaa Aliya, S.Gz, menerangkan agar gejalanya tak semakin parah, orang dengan DBD dianjurkan menjaga pola makan seimbang.
Menurut dia, ada beberapa jenis makanan pantang (tidak boleh dikonsumsi) untuk dikonsumsi para penderita karena efek sampingnya. Berikut di antaranya:
1. Bersifat asam
Himaa menganjurkan para penderita DBD yang tengah dalam masa penyembuhan tak diberikan makanan bersifat asam.
Pasalnya, makanan asam dapat memicu sakit lain seperti rasa tidak nyaman di perut, mual, hingga naikan asam lambung.
Beberapa jenis makanan asam, di antaranya buah jeruk, anggur, nanas, kedonding, dan mangga muda.
"Dikhawatirkan jika ada riwayat maag, nanti asam lambungnya naik jika mengonsumsi makan asam," terang Himaa saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (2/2/2020).
Namun jika buah-buahan tersebut berasa manis, menurut dia, masih cukup aman dikonsumsi orang yang mengidap DBD.
"Pada dasarnya buah buahan yang asam itu cenderung dapat menaikkan asam lambung," jelas dia.
2. Makanan pedas
Himaa juga menganjurkan para penderita DBD tak lebih dulu mengonsusi makanan pedas. Hal itu dikarenakan makan makanan pedas bisa memicu diare.
Kondisi ini tentu dapat memperburuk kondisi penderita DBD yang cenderung tengah mengalami dehidrasi.
Selain itu, makanan pedas mengandung cabai juga bisa menyebabkan penderita DBD kurang beristirahat karena menjadi sulit tidur.
Baca juga: 10 Alternatif Makanan Sehat Pengganti Roti, dari Sayuran hingga Umbi-umbian
Pasalnya, makanan pedas diketahui dapat meningkatkan suhu tubuh dan waktu terjaga.
"Saat masa penyembuhan DBD, usahakan jangan dulu para pasien mengonsumsi makanan pedas karena dapat memicu rasa tidak nyaman di perut," jelas Himaa.
3. Makanan berminyak
Penerita DBD juga dianjurkan untuk tidak makan-makanan berminyak seperti gorengan.
Konsumsi makanan dengan jumlah minyak yang berlebih akan memberikan tekanan pada sistem pencernaan.
Seperti diketahui, di antara zat gizi lainnya, lemak tergolong yang paling lambat untuk bisa dicerna dan memerlukan enzim untuk memecahnya.
Baca juga: Resep Zaidul Akbar untuk Tingkatkan Trombosit Pada Penyakit Demam Berdarah
Kondisi ini akhirnya membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat untuk memecah lemak yang berasal dari makanan berminyak.
Gejala yang paling umum terjadi ketika seseorang mengalami gangguan pencernaan akibat mengonsumsi makanan berminyak, yakni sakit perut dan diare.
Kondisi ini jelas tidak menguntungkan mengingat penderita DBD kemungkinan tengah mengalami dehidrasi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Penderita Demam Berdarah (DBD)"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Pasien-DBD1169.jpg)