Lalu Lintas

1.445 Kendaraan Bermotor Langgar Aturan Lalu Lintas saat Digelar Operasi Patuh Jaya di Kota Tangsel

Sebanyak 1.445 pelanggaran lalu lintas terjadi  selama dua minggu ini, 20 September-3 Oktober 2021 saat digelar Operasi Patuh Jaya.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Intan Ungaling Dian
Dok Satlantas Polres Tangsel
Personel Sat Lantas Polres Tangsel melakukan pemeriksaan kepada pengguna kendaraan bermotor saat Operasi Patuh Jaya di Kota Tangerang Selatan.  

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Ribuan pelanggaran lalu lintas terjadi  selama dua minggu ini, 20 September-3 Oktober 2021 saat digelar Operasi Patuh Jaya Polda Metro Jaya.

"Selama Operasi  Patuh Jaya 14 hari lalu, Satuan Lalu Lintas Polres Tangsel telah melakukan sebanyak 1.445 penindakan," kata Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Dicky Sutarman, Selasa (5/10/2021).

Dicky Sutarman menjelaskan, kebanyakan pelanggaran lalu lintas dilakukan pengendara roda dua atau motor. 

Menurutnya, pelaku pelanggaran dikenakan sanksi berupa penilangan saat Operasi Patuh Jaya.

"Mulai dari pengguna knalpot bising, melawan arus, tidak menggunakan helm, hingga penyalahgunaan rotator," tuturnya. 

Baca juga: Operasi Patuh Jaya Tangerang, Banyak Terjaring Terutama di Jembatan Teletabis

Baca juga: Satlantas Polres Tangsel Gelar Operasi Patuh Jaya 20 September-1 Oktober, Tak Ada Razia

Dia menambahkan, penggunaan knalpot bising pada motor mayoritas pelanggaran yang terjadi saat Operasi Patuh Jaya.

Tercatat 676 motor  melanggar aturan lalu lintas yakni menggunakan knalpot bising. 

Sedangkan, pelanggaran berupa penggunaan rotator sebanyak 28 kasus dan pelanggaran penggunaan plat nomor tidak seusai kendaraan sebanyak 42 kasus.

Pelanggaran lalu lintas lainnya yakni kendaraan melawan arus lalu lintas dan kelengkapan berkendara.

"Untuk itu kami juga mengimbau agar masyarakat senantiasa patuh terhadap aturan dalam berlalu lintas."

"Hal ini dilakukan agar dapat memberikan dampak positif untuk pengguna jalan lainya dan mengurangi serta meniadakan risiko kecelakaan dalam berlalu lintas," kata Dicky. 

Dia memastikan, seluruh penindakan terhadap pelaku pelanggaran tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

Sekaligus petugas  mengingatkan setiap masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19. 

"Dalam masa pandemi ini tentu kami imbau agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan," kata Dicky Sutarman.

 

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved