Melihat Efek Samping, Respons Antibodi, dan Efikasi Vaksin Zifivax yang telah Mendapatkan Izin BPOM
Zifivax merupakan vaksin hasil produksi Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical dengan platform rekombinan protein sub-unit.
- Vaksin Sputnik-V;
- Janssen Covid-19 Vaccine;
- Vaksin Convidecia.
“Dengan diterbitkannya EUA untuk vaksin Zifivax ini, maka hingga saat ini Badan POM telah memberikan persetujuan untuk sepuluh jenis vaksin Covid-19,” kata Penny.
Vaksin Zifivax telah melalui tahap uji klinis fase 3 pada 28.500 subjek pengujian.
Negara yang menjadi senter pelaksanaan uji klinik tahap 3 tersebut adalah Indonesia Uzbekistan, Pakistan, Ekuador, dan China.
Indonesia berpartisipasi dalam uji klinik vaksin Zifivax sebanyak empat ribu subjek uji.
Pengukuran Respons Antibodi
Secara umum, vaksin ini dapat ditoleransi dengan baik.
Kemudian, efek samping biasa yang dihasilkan adalah nyeri pada tempat suntikan, sedangkan efek sistemik yang sering terjadi adalah sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot (myalgia), batuk, mual (nausea), dan diare dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2.
Pengujian pada populasi dewasa usia 18-59 tahun dalam studi klinik fase 1 dan 2 menunjukkan respons imunogenisitas setelah 14 hari.
Sedangkan respons tertinggi ditunjukkan pada pemberian dosis rendah dengan tiga kali vaksinasi.
Respon tersebut menunjukkan 83,22 persen dengan pengukuran antibodi menggunakan seroconversion rate dan sebanyak 102,5 dengan menggunakan Geometric Mean Titer (GMT).
Sedangkan pengukuran menggunakan Receptor-Binding Domain (RBD) binding protein antibody dengan seroconversion rate dan GMT adalah 99,31 persen dan 1782,26.
Efikasi Vaksin Zifivax
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Vaksinasi-Covid-19-Indonesia-Peringkat-5-Dunia.jpg)