Minggu, 26 April 2026

PTM Sekolah

CATAT! Ini Aturan Lengkap PTM di SD Bekas Sekolah Wali Kota Tangerang 

Ia menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari sarana prasarana hingga kelas untuk mengadakan pembelajaran tatap muka

Penulis: AndikaPanduwinata | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Kepala SDN 6 Tangerang, Supriyadi. Pemerintah Kota Tangerang mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Senin (25/10/2021). Sekolah yang perdana kembali menggelar PTM yakni SDN 6 Tangerang. 

TRIBUNTANGERANG, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Senin (25/10/2021). Sekolah yang perdana kembali menggelar PTM yakni SDN 6 Tangerang.

Sekolah itu dulunya pernah mendidik Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala SDN 6 Tangerang, Supriyadi.

"Iya dulu Pak Wali sekolah di sini. Besok kami mulai melakukan PTM perdana," ujar Supriyadi saat ditemui Warta Kota di lokasi, Minggu (24/10/2021).

.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari sarana prasarana hingga kelas untuk mengadakan pembelajaran tatap muka ini.

"Aturan yang paling pentinga yaitu anak yang boleh masuk orang tuanya harus sudah vaksin Covid-19 lebih dulu," ucapnya.

Supriyadi juga menerangkan lebih detail mengenai regulasi lengkap PTM ini. Untuk besok anak yang diizinkan masuk sekolah yakni siswa kelas 6.

Baca juga: Melihat Efek Samping, Respons Antibodi, dan Efikasi Vaksin Zifivax yang telah Mendapatkan Izin BPOM

Baca juga: TAK LAGI REPOT! Begini Cara Cetak KK, Akta Kelahiran, dan Kependudukan Secara Mandiri

Baca juga: ALHAMDULILLAH, Saudi Arabia Kembali Buka Umrah untuk Jemaah Indonesia, Simak Persyaratannya Berikut

"Orang tua mengantar hanya sampai gerbang sekolah saja. Setelah itu pulang dan jemput anak lagi usai pulang sekolah," kata Supriyadi.

Sebelum anak masuk ke dalam sekolah diwajibkan dicek suhu tubuh lebih dulu. Pihak sekolah telah menyiapkan thermogun dalam hal ini.

"Jika suhunya di atas 37° anak tidak bisa masuk kelas. Kami menyiapkan ruang UKS untuk pengobatan. Atau tidak bisa dibawa orang tuanya langsung ke Puskesmas," ungkapnya.

Untuk masuk ke dalam kelas, anak-anak harus mematuhi marka alur lalu lintas. Dibuat jalur ini agar tidak adanya kerumunan.

Baca juga: Diapit 3 Jenderal, Gaya Menlu Retno Marsudi Bikin Salah Fokus, Pakai Sepatu Kanan-Kiri Beda Warna

Baca juga: TAK DISANGKA, Uang Ratusan Juta Terkumpul Ketika Penjual Gorengan Bongkar Tabungan dari Ember

Baca juga: Dampak Corona, Pemerintah Jepang Beri Setiap Anak hingga Usia 18 Tahun, Subsidi Uang Rp12,7 Juta

"Di dalam kelas kapasitasnya hanya sekitar 16 orang saja," tutur Supriyadi.

Tiap kelas disediakan sarana cuci tangan. Hand sanitizer juga terpasang di tiap kelas.

"Untuk jadwal belajar diterapkan ganjil genap. Dibagi dua sesi. Sesi pertama dari jam 07.00 - 09.00 kemudian sesi kedua pukul 10.00 - 12.00," paparnya. (dik)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved