PTM Sekolah
PPKM Level 2, Disdikbud Kota Tangsel Kaji Perizinan Operasional Kantin saat PTM Terbatas
Syarat utama berupa penjual makanan pada kantin sekolah yang telah tercatat menjalani penyuntikan vaksinasi Covid-19.
Penulis: Rizki Amana | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah berlangsung selama hampir dua bulan lamanya.
Pada pelaksanaannya setiap sekolah yang melangsungkan PTM terbatas itu dilarang mengoperasionalkan kantinnya.
Namun, angin segar pun mulai datang setelah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Tangsel, Taryono mengumumkan mulai mengkaji operasional kantin pada masa PTM terbatas.
Menurutnya kajian tersebut merespon mulai diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Tangsel.
"Perbedaannya adalah satu di masa adaptasi itu kantin enggak boleh buka. Nanti kantin boleh buka," katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Melihat Efek Samping, Respons Antibodi, dan Efikasi Vaksin Zifivax yang telah Mendapatkan Izin BPOM
Baca juga: TAK LAGI REPOT! Begini Cara Cetak KK, Akta Kelahiran, dan Kependudukan Secara Mandiri
Baca juga: ALHAMDULILLAH, Saudi Arabia Kembali Buka Umrah untuk Jemaah Indonesia, Simak Persyaratannya Berikut
Taryono menuturkan syarat per syarat pun mulai digelontorkan pihaknya kepada para pengurus kantin sekolah yang berniat beroperasi kembali.
Syarat utama berupa penjual makanan pada kantin sekolah yang telah tercatat menjalani penyuntikan vaksinasi Covid-19.
"Syarat-syarat penjual kantinnya itu pedagangnya itu sudah vaksin kemudian tetap dengan prokes yang ketat," pungkasnya.
Belum Ada Penambahan Sekolah
Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Dindikbud Kota Tangsel) menyebutkan belum ada penamabahan sekolah baik pada tingkat SD maupun SMP yang melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM sekolah) terbatas.
Kadisdikbud Kota Tangsel, Taryono mengatakan pihaknya masih mencatat jumlah sekolah yang sama dalam melangsungkan PTM terbatas yang digelar pada 6 September 2021 lalu.
"Kan 2 bulan PTM kemarin tanggal 6 September (2021). Belum ada penambahan," katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Diapit 3 Jenderal, Gaya Menlu Retno Marsudi Bikin Salah Fokus, Pakai Sepatu Kanan-Kiri Beda Warna
Baca juga: TAK DISANGKA, Uang Ratusan Juta Terkumpul Ketika Penjual Gorengan Bongkar Tabungan dari Ember
Baca juga: Dampak Corona, Pemerintah Jepang Beri Setiap Anak hingga Usia 18 Tahun, Subsidi Uang Rp12,7 Juta
Taryono menuturkan belum adanya penambahan ditengarai sekolah yang masih dalam pemeriksaan kesiapan terkait fasilitas penerapan protokol kesehatan (prokes) covid-19.
Serta, para sekolah tersebut masih menunggu proses verifikasi pada sistem daftar pokok pendidikan (Dapodik) sebelum melangsungkan kegiatan PTM terbatas.
"Di Tangsel antara total jumlah sekolah dengan sekolah yang sudah kami tetapkan sebagai sekolah yang siap kemudian di bawahnya lagi sekolah yang masih melaksanakan itu masih belum. Karena belum saya tetapkan lagi," katanya.
Baca juga: PTM SD, Arief R Wismansyah Ingatkan Murid Jaga Prokes Hingga Mandi Usai Pulang Sekolah
Sementara itu, dari data yang diterima Wartakotalive.com tercatat tingkat pendidikan yang telah melangsungkan PTM terbatas yakni TK, SD, dan SMP.
Untuk tingkat TK tercatat 106 sekolah telah melangsungkan PTM terbatas dari jumlah 496 sekolah.
Untuk tingkat SD tercatat 78 sekolah telah melangsungkan PTM terbatas dari jumlah 331 sekolah.
Sedangkan, tingkat SMP tercatat 75 sekolah telah melangsungkan PTM terbatas dari jumlah 207 sekolah.
Kadisdikbud Tangsel Taryono Klaim Kegiatan PTM Telah Penuhi Protokol Kesehatan Covid-19 Ketat
Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah berjalan selama dua hari.
Kepalad Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangsel Taryono mengatakan, tak ada kendala dalam penerapan PTM di Kota Tangsel.
Menurutnya, sejumlah sekolah yang diizinkan menggelar PTM telah memenuhi persyaratan dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat.
"Ya sejauh ini dari hasil evaluasi, PTM berjalan dengan baik, lancar tidak ada kasus sesuai dengan rencana dan panduan PTM terbatas yang kita buat dan ada di Kemendikbud," kata Taryono saat dikonfirmasi, Selasa (7/9/2021).
Baca juga: SMAN 14 Kota Tangerang Gelar Uji Coba PTM di Sekolah saat Belum Semua Siswa Vaksinasi Covid-19
Baca juga: Benyamin Davnie: Kartu Vaksinasi Covid-19 Tak Jadi Syarat Bagi Pelajar PTM di Sekolah
Taryono menuturkan, PTM berjalan mulus dengan memenuhi prokes covid-19 karena sosialisasi gencar dilakukan sebelum pelaksanaannya.
Bahkan, sosialisasi yang dilakukan secara virtual sebelum pelaksanaannya turut mengundang para murid.
Prokes Covid-19 pun diterapkan sehingga PTM dapat berjalan baik.
"Kalau sosialisasi PTM terbatas mah sudah terus-terusan, jadi Insha Allah terus berjenjang sudah sosialisasi juga zoom ke orangtua, siswanya gimana SOP (standar operasional prosedur) itu sudah semua disampaikan," kata Taryono.
PTM selama dua hari itu dilakukan di tingkat pendidikan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Baca juga: SMPN 4 Kota Tangerang Selatan Buka 28 Kelas saat PTM di Sekolah
Baca juga: Demi Bisa Ikut Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Ratusan Pelajar Antusias Ikut Vaksinasi Tangerang
Taryono mengatakan bahwa hanya tercatat puluhan sekolah yang belum siap melaksanakan kegiatan PTM.
Pengelolaan SMP di Kota Tangsel di bawah Disdikbud Kota Tangsel.
Sedangkan jenjang pendidikan SMA merupakan kewenangan dari pihak Disdikbud Provinsi Banten.
"Jumlah 205 SMP yang sudah PTM 168, sisanya 37 dalam proses melengkapi kelengkapan untuk memenuhi prokes dan di pengisian data pada Dapodik kesiapan menyelenggarakan PTM," kata Taryono.
Taryono menjelaskan, puluhan SMP yang belum dapat melaksanakan PTM karena kendala kelengkapan sarana dan prasarananya.
Kendati demikian, dia yakin, puluhan sekolah tersebut dapat menggelar kegiatan PTM pada pekan depan.
"Ada poin-pinnya hingga pusat belum menyetujuinya untuk menggelar PTM. Nah itu masih terus dilengkapi untuk dapat terverifikasi. Mungkin minggu depan sudah dilengkapi semua," ujar Taryono.
Aturan Lengkap PTM di SD
Pemerintah Kota Tangerang mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Senin (25/10/2021). Sekolah yang perdana kembali menggelar PTM yakni SDN 6 Tangerang.
Sekolah itu dulunya pernah mendidik Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala SDN 6 Tangerang, Supriyadi.
"Iya dulu Pak Wali sekolah di sini. Besok kami mulai melakukan PTM perdana," ujar Supriyadi saat ditemui Warta Kota di lokasi, Minggu (24/10/2021).
.
Ia menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari sarana prasarana hingga kelas untuk mengadakan pembelajaran tatap muka ini.
"Aturan yang paling pentinga yaitu anak yang boleh masuk orang tuanya harus sudah vaksin Covid-19 lebih dulu," ucapnya.
Supriyadi juga menerangkan lebih detail mengenai regulasi lengkap PTM ini. Untuk besok anak yang diizinkan masuk sekolah yakni siswa kelas 6.
Baca juga: Melihat Efek Samping, Respons Antibodi, dan Efikasi Vaksin Zifivax yang telah Mendapatkan Izin BPOM
Baca juga: TAK LAGI REPOT! Begini Cara Cetak KK, Akta Kelahiran, dan Kependudukan Secara Mandiri
Baca juga: ALHAMDULILLAH, Saudi Arabia Kembali Buka Umrah untuk Jemaah Indonesia, Simak Persyaratannya Berikut
"Orang tua mengantar hanya sampai gerbang sekolah saja. Setelah itu pulang dan jemput anak lagi usai pulang sekolah," kata Supriyadi.
Sebelum anak masuk ke dalam sekolah diwajibkan dicek suhu tubuh lebih dulu. Pihak sekolah telah menyiapkan thermogun dalam hal ini.
"Jika suhunya di atas 37° anak tidak bisa masuk kelas. Kami menyiapkan ruang UKS untuk pengobatan. Atau tidak bisa dibawa orang tuanya langsung ke Puskesmas," ungkapnya.
Untuk masuk ke dalam kelas, anak-anak harus mematuhi marka alur lalu lintas. Dibuat jalur ini agar tidak adanya kerumunan.
Baca juga: Diapit 3 Jenderal, Gaya Menlu Retno Marsudi Bikin Salah Fokus, Pakai Sepatu Kanan-Kiri Beda Warna
Baca juga: TAK DISANGKA, Uang Ratusan Juta Terkumpul Ketika Penjual Gorengan Bongkar Tabungan dari Ember
"Di dalam kelas kapasitasnya hanya sekitar 16 orang saja," tutur Supriyadi.
Tiap kelas disediakan sarana cuci tangan. Hand sanitizer juga terpasang di tiap kelas.
"Untuk jadwal belajar diterapkan ganjil genap. Dibagi dua sesi. Sesi pertama dari jam 07.00 - 09.00 kemudian sesi kedua pukul 10.00 - 12.00," paparnya. (m23/dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Kadisdikbud-Kota-Tangsel-Taryono-saat-ditemui-di-Kantor-Dinasnya-kawasan-Puspemkot-Tangsel.jpg)