Berita Daerah
Masyarakat Lokal Perlu Dilibatkan untuk Mengantisipasi Gelombang Ketiga Covid-19
Chairman Primaya Hospital Group, Yos Effendi Susanto, minta masyarakat selalu waspada, karena gelombang ketiga Covid-19 bisa saja terjadi.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Chairman Primaya Hospital Group, Yos Effendi Susanto, mengatakan, gelombang ketiga Covid-19 dapat dicegah asal masyarakat lokal dilibatkan untuk mengatasi ancaman tersebut.
Hal tersebut diungkapkannya berkaca dari penanganan virus corona di Bhutan, Taiwan, dan Amerika Serikat.
Adapun Indonesia diprediksi akan mengalami gelombang ketiga Covid-19 pada Desember 2021 sampai Januari 2022.
Baca juga: Mertua Vanessa Angel Sebut Tubagus Joddy Masih Sangat Muda untuk Jadi Sopir, Mobil Kerap Lecet
“Kalau kita lihat di Buthan, mereka ada kader-kader dan sukarelawan-sukarelawannya banyak hingga sampai ke tingkat dusun,” ujar Yos dalam webinar bertajuk ‘Apakah Kita Siap Menghadapi Gelombang ke-3 Covid-19?’, Sabtu (6/11/2021) pagi.
Pada April 2021, Bhutan yang terletak di Asia Selatan menjadi negara dengan vaksinasi tercepat di dunia.
Lebih dari setengah penduduk dewasa menerima vaksinasi, bahkan pencapaian itu sampai mendapat pujian dari UNICEF.
Baca juga: Prasetyo Edi Marsudi Lega saat Tahu KPK akan Menyelidiki Dugaan Korupsi di Ajang Balap Formula E
Di sisi lain, Taiwan dan Amerika Serikat memutuskan untuk hidup berdampingan dengan virus corona.
Langkah tersebut diambil supaya kegiatan masyarakat dapat kembali pulih seperti masa sebelum pandemi.
“Yang kedua, gelombang ketiga Covid dapat dicegah jika pendekatan bukan hanya kesehatan dan ekonomi, tapi multidisplin. Tidak hanya dokter, semua bidang ikut terjun,” kata Yos.
Ia menambahkan, perencanaan sistematis dan rinci harus dilakukan mulai tingkat kecamatan hingga RT/RW.
Baca juga: Kerja Keras Pemkot Tangsel Membuahkan Hasil, Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua telah Mencapai 57 Persen
“Negara-negara itu rinci. Mereka punya peta, sistematis,” tutur alumnus dari Fakultas Kedokteran Umum Universitas Indonesia itu.
Lalu, pemimpin baik pusat, daerah, maupun lokal ada tekat memberi teladan kepada masyarakat serta melakukan kerja sama internasional.
“Kita pun masih perlu bantuan dan suatu saat kalau kita bisa mandiri, kita juga perlu membantu,” ujar Yos.
Menurutnya, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini memang mulai menurun dengan mulai dilakukannya pelonggaran.
Baca juga: Virus Covid-19 Melandai, Pemkot Tangerang Perbolehkan Seluruh SD Gelar PTM Pekan Depan
Seperti dibukanya mal, sekolah, perkantoran, dan lainnya, tetapi hal tersebut jangan membuat masyarakat terlena.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak konsisten dan komitmen untuk mengatasi gelombang ketiga secara bersama-sama.
“Sudah terjadi gelombang pertama, gelombang kedua. Jangan sampai terjadi gelombang ketiga,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/yos-efendi.jpg)