Senin, 20 April 2026

Virus Corona

Waspada Virus Corona Omicron Asal Afrika Tingkat Mutasi 50 Kali

irus corona Omicron asal Afrika dalam kategori kewaspadaan tertinggi yaitu variant of concern (VOC).

bbc.co.uk/kompas.com
Ilustrasi - varia virus Corona Omicorn asal Afrika paling banyak bermutasi. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - WHO sudah menggolongkan varian baru Virus Corona B.1.1.529 atau virus corona Omicron asal Afrika dalam kategori kewaspadaan tertinggi yaitu variant of concern (VOC).

Keputusan ini berdasarkan pada rekomendasi WHO's Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE) dan diberi nama Omicorn.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI dan Guru Besar FKUI, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan ada beberapa pertimbangan kenapa dijadikan sebagai VOC.

Pertama karena banyaknya mutasi yang terjadi. Kata Tjandra, ada yang mengatakan 30 di spike protein.

Namun ada pula yang menyatakan sampai 50 total mutasi.

Baca juga: Anies Baswedan Merendah, Sebut Keberhasilan Menangani Pandemi Virus Corona Berkat Kerja Kolosal

Baca juga: Pandemi Virus Corona Mereda, Penjualan Properti Mulai Tancap Gas

Dan ini merupakan mutasi terbanyak dari virus COVID-19 selama ini dan sebagian mutasi ini adalah baru.

Sejauh ini mutasi yang amat banyak ini dikhawatirkan berhubungan dengan 3 hal.

Pertama, penyebaran yang cepat dan sudah sudah terjadi di Afrika.

Kedua adanya kemungkinan infeksi ulang.

Dan ketiga, serangan pada sistem imun.

"Karena 30 mutasi terjadi di spike protein, sementara vaksin biasanya bekerja melakui spike protein, maka memang ada kekawatiran tentang dampak varian baru ini pada efikasi vaksin," ungkap Tjandra kepada Tribunnews.com, Sabtu (27/11/2021).

Sekarang produsen vaksin sedang melakukan penelitian.

Diantaranya seperti vaksin Moderna dan vaksin Astrazeneca.

Tentunya langkah ini akan diikuti produsen vaksin lainnya.

Termasuk produsen vaksin yang digunakan di Indonesia.

Menurut Tjandra masih perlu beberapa minggu untuk memastikan ada tidaknya dampak varian baru ini pada lima hal.

Diantaranya penyebaran, beratnya penyakit, infeksi ulang, apakah PCR dan rapid antigen masih dapat digunakan dan dampaknya pada vaksin.

Selain di beberapa negara Afrika, varian ini juga sudah dilaporkan dari Belgia di Eropa dan Hongkong di Asia sehingga sudah lintas benua di dunia.

"Makin banyak negara yang memberlakukan aturan restriksi khusus bagi masuknya orang asing dari negara terjangkit," pungkasnya.

Update Covid Indonesia 

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 8.226 orang per 27 November 2021, dan sebanyak 143.807 orang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 24 November 2021, dikutip Wartakotalive dari laman Covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 863.633 (20.3%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 707.486 (16.6%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 486.161 (11.4%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 399.226 (9.4%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 158.202 (3.7%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 156.527 (3.7%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 132.632 (3.1%)

RIAU

Jumlah Kasus: 128.634 (3.0%)

BALI

Jumlah Kasus: 114.136 (2.7%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 109.887 (2.6%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 106.007 (2.5%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 89.834 (2.1%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 69.894 (1.6%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 63.973 (1.5%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 59.925 (1.4%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 53.874 (1.3%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 52.223 (1.2%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 49.664 (1.2%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 47.123 (1.1%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 45.608 (1.1%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 41.492 (1.0%)

ACEH

Jumlah Kasus: 38.408 (0.9%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 35.869 (0.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 34.692 (0.8%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 34.320 (0.8%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 29.765 (0.7%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 27.769 (0.7%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 23.334 (0.5%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 23.102 (0.5%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 20.156 (0.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 14.585 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 12.350 (0.3%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 12.097 (0.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 11.834 (0.3%).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta Lain dari Varian Baru Virus Corona B.1.1.529 Asal Afrika yang Butuh Kewaspadaan Tinggi

Penulis: Aisyah Nursyamsi

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved