Tangerang Raya
Penampakan Rumah Rahmawati, Keluarga Polisi yang Diusir oleh Puluhan Orang
Rumah tersebut terlihat sepi dan halaman rumah tampak kumuh karena sampah plastik dan dedaunan berserakan.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPONDOH - Rahmawati, keluarga dari seorang anggota kepolisian Polres Metro Jakarta Barat, diusir dan dipaksa oleh sekelompok orang pada Rabu (6/10/2021) lalu.
Melalui pantauan TribunTangerang, rumah dua lantai seluas 297 meter tersebut berada di Jalan Kampung Dongkal RT 01 RW 03 no. 23 Cipondoh, Tangerang.
Rumah tersebut terlihat sepi dan halaman rumah tampak kumuh karena sampah plastik dan dedaunan berserakan.
Sebuah helm berwarna hitam dan selimut yangsl sudah kusam juga terdapat pada teras rumah tersebut.
Terlihat gerbang rumah dikunci dengan menggunakan sebuah rantai dengan posisi digembok.
Lalu, pintu rumah yang berwarna cokelat itu juga terlihat terkunci dengan digembok.
Selain itu, terdapat dua buah spanduk berukuran besar dan panjang dipajang pada sisi depan rumah.
Spanduk itu berisikan sebuah pemberitahuan akan rumah berwarna putih itu, kini telah dimiliki oleh Rasmidi berdasarkan pemenang risalah lelang.
Baca juga: Cara Cek Penerima BSU Rp1 Juta Lewat bsu.kemnaker.go.id atau WhatsApp dan Cara Pencairannya
Baca juga: Kisah Keluarga Komplotan Copet Asal Jakarta Beraksi di Sirkuit Mandalika, Ayah, Ibu, Anak, Tersangka
Baca juga: Tersinggung Netizen Tuding Gagal Kendalikan Hujan Saat WSBK Mandalika, Pawang Hujan Lapor Polisi
Selain itu, pada area depan rumah Rahmawati terdapat sebuah bangunan berwarna kuning dengan pintu geser, yang tampak seperti tempat sebuah warung untuk berjualan.
Pada bagian atas bangunan berwarna kuning itu, terlihat atap rumah sudah keropos tidak terurus, dan satu buah bagian jendela rumah itu terlihat terbuka.
Ronu, salah seorang warga yang tinggal di sekitar rumah Rahmawati mengaku, rumah tersebut telah kosong ditinggalkan pemiliknya lebih dari sebulan lalu.
Ia menjelaskan, kejadian tindakan pemgusiran keluarga Rahmawati yang dilakukan oleh puluhan orang itu terjadi pada pagi hari.
Selain sekelompok orang yang datang menggunakan mobil pribadi itu, beberapa personel dari kepolisian juga turut hadir saat Rahmawati keluar dari rumahnya.
"Kejadian pengusiran itu terjadi sekitar lebih dari satu bulan yang lalu, kejadiannya itu pagi-pagi banget, sekitar pukul 08.00 WIB," ujar Ronu saat diwawancarai TribunTangerang.com, Selasa (30/11/2021).
"Yang datang menjemput pemilik rumah untuk keluar itu jumlahnya sekira 30 orang, mereka rapih pakai mobil pribadi, ada beberapa polisi juga yang dateng waktu itu satu mobil sepertinya," imbuhnya.