Kesehatan
Pilihan Transportasi Paling Aman saat Perjalanan Liburan Selama Pandemi Covid-19
Risiko rendah tertular Covid-19 dari individu terinfeksi di tramsportasi umum selama ada ventilasi memadai dan sudah vaksinasi Covid-19.
Penulis: Intan UngalingDian | Editor: Intan UngalingDian
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Bepergian dengan moda transportasi dapat menimbulkan berbagai tingkat risiko selama pandemi Covid-19.
Saat membuat rencana perjalanan musim liburan, Anda bertanya-tanya moda transportasi mana yang terbaik saat pandemi Covid-19.
Apakah lebih aman bepergian dengan kereta api atau pesawat lintas negara? Apakah bus lebih nyaman?
Apa persyaratan dan protokol keselamatan yang berbeda untuk masing-masing?
Haruskah Anda naik mobil Anda sendiri?
Itu hanya beberapa dari banyak pertanyaan saat mempertimbangkan bepergian selama musim liburan tahun ini.
Bisakah risiko Covid-19 tergantung moda transportasi umum yang Anda gunakan?
Dr Kavitha Prabaker, asisten profesor di divisi penyakit menular di UCLA Health mengatakan, tingkat risiko Covid-19 yang dapat Anda toleransi selama musim liburan bergantung pada berbagai faktor terkait kondisi kesehatan Anda.
"Secara umum, semakin sedikit orang yang Anda temui selama perjalanan, semakin rendah risiko infeksi Covid-19 Anda," kata Prabaker.
Baca juga: Jenis Masker Wajah Terbaik Dipakai saat Liburan Naik Pesawat dan Cegah Penularan Covid-19
Menurut Prabaker, bepergian naik pesawat, kereta api, atau bus selama masa sibuk, termasuk musim liburan mendatang, bisa menyebabkan Anda terpapar virus orang lain atau tanpa sadar terinfeksi Covid-19.
Prabaker ini menjabat sebagai associate director epidemiologi klinis dan infeksi pencegahan di UCLA Santa Monica.
Prabaker mengatakan, risiko utama tertular virus corona bisa terjadi ketika duduk berdekatan dengan orang lain.
Alasannya, cipratan air dari pernapasan dapat dengan mudah menyebar ke mata, hidung, dan mulut Anda.
Namun, risiko rendah tertular Covid-19 dari individu yang terinfeksi di transportasi umum selama ada ventilasi memadai.
"Udara partikulat efisiensi tinggi, atau HEPA, filter atau jendela yang terbuka," kata Prabaker yang juga direktur asosiasi program penatagunaan antimikroba di UCLA Health.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Kereta13011.jpg)