Film
Tantangan Membuat Film Kadet 1947 Biar Disukai Kaum Milenial
Produser film Kadet 1947, Tesadesrada Ryza menceritakan awal mula pihaknya menggarap film tersebut
Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Dian Anditya Mutiara
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Meski pandemi covid-19 belum mereda, Bioskop Indonesia sudah mulai beroperasi dan menampilkan film terbaik karya anak bangsa.
Satu film diantaranya adalah Kadet 1947, yang mengangkat cerita tentang sekelompol anak muda TNI AU yang melakukan serangan udara pertama kalinya, ke Belanda di tahun 1947.
Produser film Kadet 1947, Tesadesrada Ryza menceritakan awal mula pihaknya menggarap film tersebut, dikarenakan ingin menjalani visi misi rumah produksi Temata Studio yang ingin membangkitkan gairah industri perfilman Indonesia lagi.
"Sebenarnya visi misi Temata Studio ini rumah produksi yang ingin menyuarakan tentang Indonesia lewat Audio Visual. Kami mendapat kesempatan garap film Kadet 1947, ya kami tertantang," kata Tesadesrada Ryza ketika berbincang di kantor Warta Kota, Senin (29/11/2021).
Baca juga: Lewat Film Just Mom, Christine Hakim Ingin Mewakili Perjuangan Seorang Ibu Indonesia
Tantangan tersebut diakui Ryza, bagaimana pihaknya mengemas film sejarah menjadi sebuah penayangan yang bisa diterima sampai anak-anak generasi milenial.
"Karena dasarnya, kami menggarap film Kadet 1947 ini mulanya ingin memberikan hadiah kepada Indonesia disaat usia 75 tahun lalu, dan hadiah untuk para Pahlawan Indonesia," ucapnya.
Karena dirasa tak mudah menjalaninya, Ryza mengakui pihaknya melakukan banyak riset dengan didampingi konsultan penerbangan, sejarah, hingga bahasa yang nantinya bisa memperkuat jalan cerita.
"Setiap proses semuanya tantangan. Kenapa? Karena kami ingin membangkitkan semangat nasionalisme kepada masyarakat, yang mungkin sudah hilang karena munculnya budaya luar," jelasnya.
Setelah riset dijalani, Ryza mengatakan Temata Studios pun membawa hasilnya ke Markas TNI AU, guna mencari cerita yang sebenarnya tentang sejarah Kadet 1947 tersebut.
Baca juga: Kevin Julio Berperan sebagai Mulyono di Film Kadet 1947, Bagaimana Perannya?
Sebab, dalam melakukan riset, Ryza dan teman-teman hanya bermodalkan literasi dan juga pemberitaan media massa.
"Ya pas ke TNI AU mental kami berasa seperti perang. Tapi ternyata semuanya berjalan fleksibel, mereka (TNI AU) support produksi ini," ungkapnya.
"Karena serangan Kadet 1947 selalu diperingati TNI AU sebagai hari baktinya TNI AU ke negara ini. Ternyata sepenting itu," tambahnya.
Ryza menyebut dalam penggarapan skenarionya, timnya tak boleh salah karena mengangkat sejarah tentang Indonesia. Hingga akhirnya mereka mencari cerita yang sebenarnya kepada TNI AU.
"Jadi ini kerja sama yang menarik banget," katanya.
Tesadesrada Ryza mengatakan bahwa pihaknya tak bisa merealisasikan film Kadet 1947 sebagai kado 75 tahun Indonesia, karena dalam prosesnya terkendala pandemi covid-19, dan tayang satu tahun dari rencana yang diperkirakan.