Virus Corona
Pasien Omicron Kabur dari Karantina, 10 Orang Terdekat Diperiksa Hasilnya Negatif
Sempat ada insiden pasien omicron kabur dari karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, untuknya 10 orang yang pernah kontak negatif semua
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Hery Trianto menyebut pihaknya telah menelusuri riwayat kontak erat pasien positif varian Omicron yang lolos dari karantina.
Diketahui, pasien positif Omicron itu adalah WNI yang baru saja pulang dari Inggris.
Hery menjelaskan ada 10 orang yang telah dilakukan tes PCR dan hasilnya negatif.
Kesepuluh orang ini merupakan anggota keluarga dari pasien.
"Sudah dilakukan pada 10 orang anggota keluarga dan mereka sudah dites dua kali PCR hasilnya negatif," kata Hery dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (28/12/2021).
"Seluruh keluarganya mau dites, keluarganya sangat kooperatif," imbuhnya.
Baca juga: Mewaspadai Omicron, Pemkot Tangerang Gencarkan Tes PCR kepada Survailans Aktif di Terminal Bus Poris
Hery pun menjelaskan kronologi pasien positif Omicron ini sempat lolos dari karantina.
Disebutkan WNI tersebut sampai di Indonesia pada 7 Desember 2021 dan telah melakukan kewajiban karantina.
Dalam masa karantina, pasien ini melakukan tes PCR yang kemudian hasilnya negatif.
Namun, satu hari setelahnya, pasien tersebut merasakan gejala sakit tenggorokan, yang kemudian kembali melakukan tes dan dinyatakan positif Covid-19.
Setelah itu, WNI melakukan tes Covid-19 pembanding, hasilnya pun negatif.
Baca juga: Kasus Infeksi Varian Omicron Ditemukan, Benyamin Davnie: Waspada dan Jangan Ketakutan
"Tanggal 15 Desember dilakukan tes, hari ke sembilan dinyatakan positif."
"Kemudian diadakan tes pembanding, PCR-nya negatif."
"Sehingga yang bersangkutan bisa melanjutkan perjalanan, artinya berkumpul dengan keluarganya," jelasya.
Kemudian, baru lah di tanggal 21 Desember 2021, hasil genome sequencing WNI itu keluar.
Hasil genome menunjukkan sang WNI positif Omicron.
"Tanggal 21 Desember genome sequencing-nya keluar, yang bersangkutan dinyatakan Omicron," kata dia.
Baca juga: Pasien Varian Omicron Menjadi 3 Orang di Indonesia, 2 Diantaranya Pulang dari Luar Negeri
Dari insiden ini, Hery berharap penularan Omicron ke komunitas tidak terjadi karena pasien sempat dinyatakan negatif Covid-19.
Pihaknya juga akan melakukan evaluasi agar kasus ini tidak kembali terjadi.
"Ini menjadi bahan evaluasi kita untuk sangat berhati-hati apalagi menemukan satu pasien beberapa ahru sebelumnya positif kemudian diperiuiksa sudah negatif, memang juga bisa sembuh."
"Memang kita perlu standar baru yang kuat, bagaimana agar hal ini terulang terjadi," jelas dia.
Sebelumnya diketahui, kabar satu pasien positif Omicron yang kabur dari RSDC Wisma Atlet diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut menyebut, lolosnya pasien terjadi akibat pasien mendapatkan dispensasi dengan alasan keluarga.
FOLLOW US
Padahal, jika melakukan karantina di Wisma Atlet, Luhut menyebut bahwa kasus varian Omicron terlihat stabil dan tidak ada penambahan.
"Jadi kita melihat begitu kita taruh semua lockdown di Wisma Atlet kelihatan tidak berkembang (kasus Covid-19 Omicron)."
"Tapi kita masih tidak tahu apakah dari daerah lain ada yang masuk, yang lolos dari ini."
"Sebab kemarin itu ada satu orang yang lolos dari situ (Wisma Atlet) pergi dengan keluarganya," kata Luhut, melansir Tribunnews.com Senin (27/12/2021).
Kendati demikian, Luhut tak menyebutkan secara rinci identitas pasien yang dimaksud.
Luhut hanya menegaskan, pihaknya tak ingin kejadian serupa terulang kembali.
Ke depan, pemberian dispensasi karantina akan diperketat.
Sehingga tak ada satu orang pun yang lolos dari karantina, khususnya pasien yang terkonfirmasi varian Omicron.
"Dan ini kita harap tidak terjadi lagi, jadi tidak permintaan-permintaan dispensasi yang tidak ada alasan kuat."
"Dispensasi bisa diberikan dengan alasan kuat misalnya dokter, kesehatan, dan urgent lain, dan tapi itu ada prosedur yang harus diikuti juga," tegas Luhut.
Pemerintah, kata Luhut, akan terus meningkat pengawasan dalam proses karantina bagi pelaku perjalanan internasional.
Untuk diketahui, saat ini durasi karantina tetap 10-14 hari guna mencegah masuknya varian Omicron.
Pemerintah juga akan memperkuat testing dan tracing di Indonesia.
"Kami himbau lakukan testing karena banyak OTG (orang tanpa gejala) Omicron dari 46 kasus di atas," kata Luhut.
(Tribunnews.com/Shella Latifa/Galuh Widya Wardani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Pasien Omicron Lolos Karantina, Satgas Covid-19 Pastikan 10 Orang Kontak Erat Pasien Aman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/RSDC-Wisma-Atlet-Kemayoran.jpg)