Breaking News:

Sepi Pelanggan, Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Tinggalkan Lapaknya

Willy, salah satu pedagang sayur di blok B menerangkan, lapak tersebut ditinggalkan para pemiliknya lantaran omset terus merosot.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Ilustrasi - Cabai di Pasar Induk Jatiuwung. Pedagang mengeluhkan penjualan cabai menurun karena harganya terus meroket. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Puluhan lapak pedagang di Pasar Induk Jatiuwung, Kota Tangerang, ditinggal oleh para pemiliknya.

Melalui pantauan TribunTangerang, pasar induk yang terdiri dari enam blok tersebut tampak lengang, tidak padat seperti pasar induk umumnya.

Pada setiap bloknya, terdapat lebih dari 10 layak pedagang yang kosong tidak terisi.

Blok yang kosong tersebut, umumnya adalah pedagang komoditi sayur-mayur.

Hanya terlihat beberapa peti sayur, kursi berukuran panjang dan beberapa meja yang tersisa pada lapak-lapak pedagang tersebut.

Willy, salah seorang pedagang sayur yang berada pada blok B menerangkan, lapak tersebut ditinggalkan para pemiliknya lantaran omset pendapatan yang terus merosot.

"Sebenarnya lapak ini ada pemiliknya, tapi mereka pada pergi, enggak jualan lagi disini karena pendatapannya menurun pesat," ujar Willy kepada TribunTangerang, Jumat (7/1/2022).

"Gimana mereka mau jualan lagi, orang masyarakat yang belanja disini sedikit, jadi sangat menurun pesat pendapatannya," imbuhnya.

Lebih lanjut pedagang, Akin menuturkan, alasan pedagang tidak berjualan saat ini, lantaran komodity yang disediakan para pedagang tersebut lebih banyak yang terbuang karena busuk, dibanding dengan yang terjual.

Menurutnya, penurunan omset pendapatan itu membuat beberapa pedagang yang tersisa, hanya tinggal memanfaatkan penjualan dengan sistem eceran. 

"Mereka kayaknya kapok berjualan disini lagi di masa Pandemi Covid-19 saat ini, abisnya sayur-sayur yang dijual itu banyakan yang busuk daripada yang terjual," kata Akim.

"Kalau sudah begitu kan kasian pedagangnya, maka dari itu mereka banyak yang sekarang jual dagangannya lebih sedikit atau diecer, tidak seperti penjualan pasar induk seharusnya," ucapnya.

"Habis mau gimana, dari pada tidak laku sama sekali, mending pakai sistem begitu, yang penting laku dagangannya," tutup Akim.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved