Polisi Tepis Skenario Tersembunyi di Balik Kasus Lansia Dikeroyok Massa
Polda Metro Jaya tidak menemukan kaitan antara kasus pengeroyokan dan kasus sengketa tanah di Tangerang
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Kecurigaan ada skenario tersembunyi di balik kasus pengeroyokan yang menewaskan Wiyanto Halim (89), sempat mencuat ke permukaan.
Wiyanto Halim merupakan pengendara mobil yang jadi korban aksi pengeroyokan di Jalan Pulokambing, kawasan JIEP, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2022) dini hari.
Dia dikeroyok massa setelah pengendara motor meneriakinya sebagai pencuri.
Pengacara keluarga korban menyatakan, dalam beberapa waktu terakhir, Wiyanto Halim tengah fokus menyelesaikan sengketa tanah di Tangerang. Fakta ini memantik kecurigaan ada skenario tersembunyi di balik kejadian yang menewaskan Wiyanto Halim.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan berdasar pemeriksaan lima tersangka pengeroyokan, tidak ditemukan petunjuk adanya kaitan antara pengeroyokan dengan kasus sengketa tanah korban.
"Ini menjawab apa yang disampaikan pihak pengacara apakah ada urusannya dengan persoalan tanah dan sebagainya," kata Zulpan, Selasa (25/1/2022).
Aksi pengeroyokan itu bermula ketika mobil yang dikemudikan Wiyanto Halim bersenggolan dengan sepeda motor di daerah Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur.
Baca juga: Penyelundupan Sabu Cair Jaringan Internasional Meksiko-Jakarta Dibongkar di Bandara Soetta
Belum diketahui apa alasannya, namun Wiyanto Halim tidak berhenti dan terus melaju. Hal ini membuat si pengendara motor mengejar mobil Wiyanto Halim dan berteriak, "Maling... maling."
Teriakan itu membuat sejumlah pengendara motor ikut mengejar Wiyanto Halim hingga terjadi pengeroyokan yang menewaskan pria lanjut usia (lansia) tersebut.
Zulpan menyatakan polisi juga masih mendalami alasan Wiyanto Halim keluar rumah sendirian pada Minggu dini hari itu.
"Terkait pertanyaan kenapa jam dua dini hari seorang lansia mengendarai mobil sendiri, ini akan kami dalami dari keluarga korban," katanya.
Baca juga: Nurul Arifin Mengaku sudah Operasi Jantung dan Dua Orang Saudaranya Meninggal saat Tidur
Rencananya juga akan dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap anggota keluarga Wiyanto Halim guna memastikan kronologis lengkapnya termasuk kondisi kesehatan korban.
"Faktor kesehatan terkait dengan penderangan apakah ada gangguan dan sebagainya ini nanti akan kita tanyakan ke pihak keluarga tentunya," ujarnya.
Kalah jumlah
Aksi pengeroyokan terhadap Wiyanto Halim (89) di Jalan Pulokambing, kawasan JIEP, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur disaksikan oleh dua polisi patroli kota (patko).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Kabid-Humas-Polda-Metro-Jaya-Kombes-Pol-E-Zulpan-bantah-ada-WNA-yang-kabur-saat-karantina.jpg)