Kamis, 23 April 2026

Polisi Tepis Skenario Tersembunyi di Balik Kasus Lansia Dikeroyok Massa

Polda Metro Jaya tidak menemukan kaitan antara kasus pengeroyokan dan kasus sengketa tanah di Tangerang

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ign Prayoga
Tribun Tangerang/Desy Selviany
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. Terkait kasus pengeroyokan yang menewaskan pria 89 tahun, polisi telah menahan lima tersangka, Selasa (25/1/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Kecurigaan ada skenario tersembunyi di balik kasus pengeroyokan yang menewaskan Wiyanto Halim (89), sempat mencuat ke permukaan.

Wiyanto Halim merupakan pengendara mobil yang jadi korban aksi pengeroyokan di Jalan Pulokambing, kawasan JIEP, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2022) dini hari.

Dia dikeroyok massa setelah pengendara motor meneriakinya sebagai pencuri.

Pengacara keluarga korban menyatakan, dalam beberapa waktu terakhir, Wiyanto Halim tengah fokus menyelesaikan sengketa tanah di Tangerang. Fakta ini memantik kecurigaan ada skenario tersembunyi di balik kejadian yang menewaskan Wiyanto Halim.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan berdasar pemeriksaan lima tersangka pengeroyokan, tidak ditemukan petunjuk adanya kaitan antara pengeroyokan dengan kasus sengketa tanah korban.

"Ini menjawab apa yang disampaikan pihak pengacara apakah ada urusannya dengan persoalan tanah dan sebagainya," kata Zulpan, Selasa (25/1/2022).

Aksi pengeroyokan itu bermula ketika mobil yang dikemudikan Wiyanto Halim bersenggolan dengan sepeda motor di daerah Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur.

Baca juga: Penyelundupan Sabu Cair Jaringan Internasional Meksiko-Jakarta Dibongkar di Bandara Soetta

Belum diketahui apa alasannya, namun Wiyanto Halim tidak berhenti dan terus melaju. Hal ini membuat si pengendara motor mengejar mobil Wiyanto Halim dan berteriak, "Maling... maling."

Teriakan itu membuat sejumlah pengendara motor ikut mengejar Wiyanto Halim hingga terjadi pengeroyokan yang menewaskan pria lanjut usia (lansia) tersebut.

Zulpan menyatakan polisi juga masih mendalami alasan Wiyanto Halim keluar rumah sendirian pada Minggu dini hari itu.

"Terkait pertanyaan kenapa jam dua dini hari seorang lansia mengendarai mobil sendiri, ini akan kami dalami dari keluarga korban," katanya.

Baca juga: Nurul Arifin Mengaku sudah Operasi Jantung dan Dua Orang Saudaranya Meninggal saat Tidur

Rencananya juga akan dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap anggota keluarga Wiyanto Halim guna memastikan kronologis lengkapnya termasuk kondisi kesehatan korban.

"Faktor kesehatan terkait dengan penderangan apakah ada gangguan dan sebagainya ini nanti akan kita tanyakan ke pihak keluarga tentunya," ujarnya.

Kalah jumlah

Aksi pengeroyokan terhadap Wiyanto Halim (89) di Jalan Pulokambing, kawasan JIEP, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur disaksikan oleh dua polisi patroli kota (patko).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved