Kamis, 23 April 2026

Turki Akan Ganti Nama Negara, Segera Didaftarkan ke PBB

Pemerintah Turki berencana mengubah nama negara secara resmi menjadi Türkiye dan akan segera didaftarkan ke PBB

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
trtworld.com
Pemerintah Turki berencana mengubah nama negara secara resmi menjadi Türkiye. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Pemerintah Turki berencana mengubah nama negara secara resmi menjadi Türkiye.

Türkiye berarti Turki dalam bahasa Turki.

Nama ini akan berlaku secara internasional dan pemerintah Turki akan mendaftarkannya ke PBB dalam beberapa pekan mendatang.

Masalahnya, huruf  Ü  pada Türkiye tidak ada dalam alfabet Latin dan bisa menjadi masalah.

Seorang pejabat senior Turki mengaku Ankara belum membahas masalah penulisan "U" dengan PBB. Tetapi sumber itu berharap solusi dapat ditemukan.

Beberapa pengamat mengatakan salah satu penyelesaian atas masalah itu adalah dengan bisa menggunakan "U" bukan  Ü.

Upaya perubahan nama dimulai pada Desember, setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merilis sebuah memorandum dan meminta publik menggunakan Türkiye untuk menyebut negara itu dalam setiap bahasa.

“Türkiye adalah representasi dan ekspresi terbaik dari budaya, peradaban, dan nilai-nilai rakyat Turki,” kata Erdogan saat itu.

Erdogan, dalam memorandum yang sama, menyarankan perusahaan menggunakan label "Made in Türkiye" (buatan Türkiye) daripada "Made in Turkey" untuk barang ekspor mereka.

Lembaga negara juga diinstruksikan untuk menggunakan Türkiye dalam korespondensi, terutama dengan organisasi internasional. Türkiye bukan Turki, Turkei, ataupun Turquie.

Baca juga: Nekat Lewat Kolong Flyover, Bus Berpenumpang 17 Orang Terbelah Jadi Dua

Jaringan berita yang didanai publik dengan cepat mengikuti jejak pemerintah. Kantor berita Anadolu dan TRT World sekarang menggunakan "Türkiye" dalam siaran berbahasa Inggris mereka.

Satu artikel TRT World mencoba menjelaskan alasannya dengan merujuk pada kamus bahasa Inggris: "Berdasarkan Cambridge Dictionary, ‘turkey’ didefinisikan sebagai "sesuatu yang gagal dengan buruk" atau "orang yang bodoh atau konyol".

Orang-orang yang mendukung perubahan nama mengatakan ini semua tentang kedaulatan Turki, dan merasa lebih baik dengan penggunaan Türkiye.

Meryem Ilayda Atlas, seorang jurnalis dan anggota dewan TRT, mengatakan bahwa digitalisasi memudahkan semua orang untuk menggunakan “Türkiye” dalam bahasa Inggris. “Mengekspresikan diri Anda di luar batas bahasa Inggris adalah tren global,” katanya kepada MEE.

Baca juga: Mad Romli Dilantik Jadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang, Ingin Besarkan Partai

“Türkiye adalah nama yang sangat tua yang memiliki arti bagi kami. Sekarang berkat teknologi, tidak ada masalah teknis untuk menggunakan Türkiye dalam teks bahasa Inggris. Di masa lalu komputer tidak akan mengenalinya," katanya.

Jurnalis TRT juga mengemukakan alasan lain terkait perubahan tersebut. “Serangan Xenofobia, Islamofobia sering menyamakan Turki dengan burung kalkun. Menjaga nama baik suatu negara itu sangat penting,” ujarnya.

Siswa Turki semuanya akrab dengan masalah tersebut saat mereka belajar bahasa Inggris. Turki menjadi nama burung telah lama menyinggung banyak orang Turki selama beberapa dekade.

Baca juga: Pendaki yang Hilang di Gunung Sempat Kirim Kabar ke Orangtuanya

Seorang sejarawan Turki, yang berbicara secara anonim karena afiliasinya dengan sebuah lembaga publik, mengatakan bahwa tidak ada upaya di masa lalu untuk mengubah nama negara itu.

“Anda bisa melihat beberapa kritik di media tentang bagaimana orang barat mendefinisikan Turki dengan seekor burung di tahun 1930-an,” kata sejarawan itu.

"Tapi belum ada inisiatif resmi untuk melakukan sesuatu tentang hal itu, karena nama itu telah sama selama berabad-abad di Eropa, jauh sebelum runtuhnya Kekaisaran Ottoman, orang Italia menyebut daerah itu Turki," imbuhnya.

Narasi sejarah yang sama dipaparkan hampir 50 tahun yang lalu kepada NPR oleh Mario Pei, seorang profesor bahasa Roman Universitas Columbia. Dia mengajukan dua skenario untuk menjelaskan bagaimana nama Turki dikaitkan dengan penamaan pada jenis burung tertentu.

Pertama karena para pedagang, kebanyakan dari Istanbul, mengirim burung itu ke Inggris dari Amerika pada 1500-an. Inggris menyebutnya sebagai "coq Turki" karena dijual dari Turki.

Pada masa itu ada kebiasaan menghubungkan apa pun yang melewati Turki atau pedagang Turki dengan "Turki". Misalnya, karpet Persia disebut karpet Turki dan tepung India disebut tepung Turki.

Teori kedua kemudian mengatakan penamaan Turkey itu terus digunakan, oleh orang-orang Inggris pertama kali bermukim di Amerika, untuk unggas hutan Amerika dengan karakteristik berbeda dari ukuran yang lebih besar. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Turki Akan Ganti Nama Negara Resmi Jadi Türkiye, Apa Alasannya?

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved