Vaksin CoronaVac Aman untuk Booster, dengan KIPI yang Rendah

CoronaVac merupakan vaksin yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd. (SINOVAC), dan telah diimplementasikan di 60 negara dan kawasan termasuk Indonesia.

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
PMI Kota Tangerang gelar vaksinasi booster covid19, Sabtu (15/1/2022) 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA – Pemerintah terus gencar mengadakan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Apalagi kasus Covid-19 terus melonjak.

Menjalani protokol kesehatan (Prokes) dan vaksinasi jadi kunci untuk mencegah terkena Covid-19 khususnya varian Omicron yang tengah merebak. 

Pemerintah menggunakan beberapa jenis vaksin  untuk booster. 

Baca juga: Ini Persiapan Pemkot Tangerang akan Beri Vaksinasi Covid19 Dosis Ketiga untuk Masyarakat

Data dari sejumlah lembaga kesehatan independen menunjukkan bahwa CoronaVac aman bagi anak usia > 3 tahun, lansia > 60 tahun, serta ibu hamil dan menyusui dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang rendah.

CoronaVac merupakan vaksin yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd. (SINOVAC), dan telah diimplementasikan di 60 negara dan kawasan termasuk Indonesia.

Pada simposium ‘Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries’ diungkapkan bahwa dosis ketiga CoronaVac sebagai booster dapat meningkatkan antibodi sebesar 20 kali bagi penerima vaksin usia 18-59 tahun dan lebih dari 30 kali bagi penerima lansia 60 tahun ke atas.

Clinical Researcher of Sinovac, Yaping Qiao PhD, mengemukakan, dalam uji klinis CoronaVac di sejumlah negara dari tahun 2020-2021, KIPI pada anak > 3 tahun sebagian besar adalah grade 1 dan 2 yang berupa nyeri ringan serta demam ringan setelah penyuntikan.

Baca juga: PMI Kota Tangerang Gelar Vaksinasi Booster Covid-19, Gunakan Vaksin Pfizer

Sedangkan pada studi yang dilakukan pada ibu hamil dan menyusui di Brazil pada periode April – Agustus 2021, insidensi KIPI sebanyak 74,1 per 100.000 dosis dan merupakan KIPI terendah dibandingkan empat vaksin Covid-19 lainnya yang digunakan di Brazil.

“Pada Oktober 2021, penelitian di Chili mengungkapkan pemberian vaksin booster meningkatkan kemampuan CoronaVac dalam mengurangi tingkat keparahan Covid-19 dari 56 persenmenjadi 80 persen Selain itu, pemberian booster juga meningkatkan efektivitas CoronaVac dalam mencegah perawatan di Rumah Sakit dari 84 persen menjadi 88 persen,” ungkap Yaping Qiao PhD.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menyatakan penambahan kasus terus terjadi dan per 14 Januari 2022 tercatat 572 kasus Omicron di Indonesia, dimana 455 merupakan kasus impor dan 117 kasus transmisi lokal.

Saat ini jumlah kasus positif Covid-19 setiap harinya sudah mencapai ribuan kasus.

Meskipun gejala yang muncul dari varian ini tergolong ringan, namun tetap diwaspadai karena Omicron memiliki sifat penularan yang sangat cepat.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa semua pihak harus tetap waspada akan ancaman Covid-19 lainnya di masa depan,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved