Selasa, 28 April 2026

Cegah Stunting dan Obesitas Pemprov Banten Kampanyekan Pemenuhan Gizi 

Permasalahan gizi sangat erat kaitannya dengan pangan yang dikonsumsi. Sehingga diperlukannya asupan pangan yang cukup untuk atasi masalah gizi

Penulis: AndikaPanduwinata | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Andika Panduwinata
Cegah Stunting dan Obesitas Pemprov Banten Kampanyekan Pemenuhan Gizi 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aan Muawanah mengatakan, permasalahan gizi sangat erat kaitannya dengan pangan yang dikonsumsi.

Sehingga diperlukannya asupan pangan yang cukup untuk dapat menyelesaikan permasalahan gizi. 

"Gizi sangat erat kaitannya dengan pangan yang dikonsumsi, program penganekaragaman konsumsi pangan yang di dalamnya bagaimana mengonsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman diedukasikan, dipromosikan kepada semua unsur lapisan masyarakat mulai dari anak sekolah, ibu-ibu PKK, masyarakat umumnya dan komunitas-komunitas lain," ujar Aan Muawanah dalam Peringatan hari Gizi Nasional ke-62 bersama DPD Perstuan Ahli Gizi (Persagi) Provinsi Banten di Pasar Tani Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jumat (4/2/2022). 

Dikatakan, terdapat beberapa program yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi asupan gizi bagi keluarganya maupun masyarakat sekitar.

Baca juga: Sachrudin Ungkap Angka Stunting di Kota Tangerang Terendah di Provinsi Banten

Diantaranya melalui program pemanfaatan lahan pekarangan, yakni pekarangan pangan lestari (P2L) sehingga bagaimana dapat memanfaatkan lahan pekarangan. 

"Selain itu juga mempersiapkan santri-santri di pondok pesantren untuk memahami dan terampil dalam budidaya tanaman terutama sayuran," katanya. 

Selain itu, lanjut Aan Muawanah, perlunya dilakukan intervensi secara langsung kepada daerah-daerah yang terdapat penderita stunting, sehingga dapat dilakukan pencegahan kepada generasi berikutnya. 

"Penekanan angka stunting melalui intervensi bantuan pangan bergizi, beras berfortifikasi dan program pemanfaatan lahan pekarangan dalam bentuk bantuan bibit tanaman sayuran beserta sarananya," ucapnya.

Baca juga: Ahmed Zaki Iskandar Gencarkan Vaksinasi Booster untuk Cegah Penyebaran Kasus Covid-19

Tidak hanya itu, pihaknya juga ikut serta terus berupaya dalam menekan angka stunting dan obesitas di Provinsi Banten.

Di antaranya dengan memberikan edukasi dan konsultasi oleh ahli-ahli gizi yang ada di Dinas Ketahanan Pangan. 

Sedangkan, terkait indeks ketahanan pangan di Provinsi Banten baik secara nasional, neraca antara ketersediaan dan kebutuhan relatif stabil, meskipun untuk beberapa komoditas masih didatangkan dari provinsi lain namun hal tersebut tidak terkendala. 

"Harga komoditas strategis pangan juga relatif stabil, andaipun ada kenaikan harga itu masih dalam kondisi terjangkau daya belinya oleh masyarakat, beras juga harga dan stoknya mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Banten, dan surplus," ungkap Aan.

Baca juga: Andika Hazrumy Dibonceng Motor Terobos Hutan Bakal Taman Kehati Banten

Sementara, Ketua DPD PERSAGI Provinsi Banten, Tiara Lutfi menuturkan, terjadinya stunting lantaran terdapat beberapa faktor, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dan permasalahan gizi pada balita baik itu stunting maupun kekurangan gizi  yang menjadi penyebab langsung diantaranya kurangnya asupan makanan yang bergizi dan penyakit infeksi. 

"Penyebab tidak langsung, karena pola asuh, kemudian faktor yang mendasar ada faktor ekonomi, ketidaktahuan keluarga menyediakan pangan yang beragam bergizi berimbang, kemudian juga akses ke pelayanan kesehatan yang rendah itu juga menjadi salah satu faktor, ketersediaan pangan, kebersihan itu menjadi faktor tidak langsung terjadinya stunting dan obesitas," tuturnya. 

Baca juga: Arief R Wismansyah Resmikan Stadion Benteng Reborn Berkapasitas 7.500 Penonton

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved