Tol Serpong Balaraja

Wilayahnya Dibelah Proyek Tol Serpong-Balajara, Warga Cilenggang Butuh Jembatan Penyeberangan

Proyek jalan tol Serpong-Balaraja di kawasan Cilenggang, Serpong, Kota Tangsel, membuat warga menuntut dihadirkannya jembatan penyeberangan orang.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Ign Prayoga
Tribuntangerang.com/Rizki Amana
Proyek jalan tol Serpong-Balaraja memutus akses warga RT 02 dan RT 03 di RW 01, Cilenggang, Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (12/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG -- Proyek jalan tol Serpong-Balaraja di kawasan Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai kritik dari warga.

Warga di kawasan RT 02 dan 03 RW 01 Cilenggang menuntut kehadiran jembatan penyebarangan orang (JPO) guna menghubungkan dua wilayah yang terputus akibat proyek pembangunan jalan tanpa hambatan itu.

"Perlu JPO untuk akses warga, untuk menghubungkan dari wilayah RT 02 sama RT 03," ungkap Amin (38) warga setempat kepada TribunTangerang.com saat ditemui di lokasi, Cilenggang, Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (12/2/2022).

Amin mengatakan pembangunan JPO diperlukan mengingat sejumlah fasilitas publik yang ada pada dua lingkungan itu.

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan 1443 H Dimulai Sabtu 2 April 2022

Kata dia, fasilitas publik itu kerap digunakan oleh warga yang bermukim pada dua lingkungan tersebut.

"Untuk anak sekolah juga karena di sana (RT 03/01) ada sekolah SMAN 12, di sini (RT 02/01) ada SDN 04, ada TPS juga terus ada musolla. Intinya untuk akses warga biar dekat saja," ucapnya.

Amin mengaku pembangunan proyek Tol Serpong-Balaraja tersebut telah berlangsung kurang lebih lima bulan.

Sejak saat itu, waktu tempuh antara dua lokasi tersebut menjadi lebih lama dan memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Anak Tertinggi, Polres Tangsel Beri Penghargaan Bhabinkamtibmas Polsek Pondokaren

Sebab, warga harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer. Sedangkan sebelum pembangunan tol berlangsung, warga hanya perlu menempuh jarak ratusan meter untuk mencapai dua lingkungan tersebut.

"Akses jalan enggak sulit, hanya agak jauh, harus muter 2 sampai 3 kilometer. Kalau dulu jaraknya sekira 100 meter," katanya.

Amin menambahkan, protes yang disampaikan warga mulai mendapat respon dari para pemangku kebijakan.

Baru-baru ini dia mendapat kabar bahwa fasilitas JPO penghubung antar dua lingkungan warga tersebut akan segera dibangun.

Baca juga: COVID-19 Terus Meningkat, Pemkot Tangerang Kembali Gelar Razia dan Beri Sanksi Pelanggar Prokes

"Info dari bu RT sudah rapat sama instansi yang terkait, ya mudah-mudahan cepat terealisasi harapan warga," katanya. (*)

  • Berita Terkait :#Tol Serpong Balaraja

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved