Pamer Mesin Bor Perkasa, Wika Ungkap Kegunaannya
Mesin bor raksasa atau tunnel boring machine (TBM) segera digunakan untuk merampungkan proyek sodetan antara Kali Ciliwung dan Kanal Banjir Timur.
Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Foto sebuah mesin bor raksasa dipamerkan oleh akun Twitter @PTWijayaKarya (Wika).
Mesin bor raksasa atau tunnel boring machine (TBM) tersebut akan menunjukkan keperkasaannya dalam merampungkan proyek sodetan dari Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT).
"Ini adalah mesin bor raksasa dalam pembangunan lanjutan terowongan/sudetan pada Proyek Sudetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) sepanjang 549 meter milik Kementerian Pekerjaan Umum," tulis admin @PTWijayaKarya, Selasa (15/2/2022).
"Nantinya terowongan ini akan berperan dalam mengurangi debit banjir Sungai Ciliwung dengan mengalirkan air sebesar 60 meter kubik/detik ke KBT," imbuhnya.
Baca juga: Sempat Melonjak Drastis, Tinggi Muka Air Katulampa Turun ke 90 Cm
Keunikan TBM ini, ada motif batik pada badan mesin.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pembangunan terowongan atau sodetan dari Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT). Pembangunan sodetan tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di DKI Jakarta akibat luapan air dari Sungai Ciliwung.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, nantinya sodetan tersebut akan mengurangi debit banjir Sungai Ciliwung dengan mengalirkan air sebesar 60 meter kubik per detik ke Kanal Banjir Timur. Hal ini ia sampaikan saat meninjau lokasi pembangunan Sodetan Sungai Ciliwung bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Baca juga: Adam Deni Akan Diserahkan ke Kejaksaan Terkait Kasus Dugaan Ilegal Akses
"Insya Allah akan mengurangi risiko banjir pada beberapa kawasan di hilir Sungai Ciliwung, misalnya Kampung Melayu dan Manggarai," katanya melalui keterangan tertulis seperti dikutip Kompas.com, Kamis (5/8/2021).
Menurut Basuki, pembangunan lanjutan sodetan Sungai Ciliwung mengalami perubahan trase sehingga mengurangi panjang terowongan, dari semula 662 meter menjadi 549 meter saja.
Anggaran untuk konstruksi sodetan dan galian alur untuk menambah kapasitas tampung sungai Cipinang, pemerintah mengeluarkan biaya sebesar Rp 683,9 miliar.
Proyek Sodetan Sungai Ciliwung merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) Ibu Kota Jakarta dari hulu hingga hilir. Di bagian hulu, Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan dua bendungan kering (dry dam) di Kabupaten Bogor yakni Bendungan Ciawi dengan kapasitas tampung 6,05 juta meter kubik dan Bendungan Sukamahi berkapasitas tampung 1,68 juta meter kubik.
Baca juga: Gedung KPK Kembali Digeruduk Massa, Tuntutannya Dugaan Korupsi Formula E Diusut Sampai Tuntas
Di bagian tengah dikerjakan normalisasi Sungai Ciliwung sejak tahun 2013 hingga 2017 sepanjang 16,2 km dari total 33,7 km. Mulai tahun 2021, dilanjutkan pekerjaan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 1,2 km dan pengadaan tanah.
Selain itu, juga dibangun tanggul pantai untuk pantai dan muara sungai yang kritis sepanjang 46,2 km. Tanggul yang telah dikerjakan sepanjang 13 km dan rencananya akan dikerjakan sepanjang 33,2 km. Masing-masing menjadi ranah pengerjaan Kementerian PUPR sepanjang 10,8 km dan Pemprov DKI Jakarta 22,4 km. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/TBM-Ciliwung-KBT.jpg)