Kamis, 23 April 2026

Kabar Mayat Korban Covid-19 Hidup Lagi Hebohkan Warga di Kelurahan Ini

Kabar seorang pasien Covid-19 meninggal dunia dan hidup kembali menimbulkan kehebohan di kalangan warga sebuah desa di Yogyakarta, Sabtu (19/2/2022)

Editor: Ign Prayoga
humas.polri.go.id
Ilustrasi warga mengali liang lahat 

TRIBUNTANGERANG.COM, BANTUL -- Peristiwa langka terjadi di Padukuhan Ngambah, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (19/2/2022).

Seorang warga sepuh di padukuhan tersebut dikabarkan meninggal dunia karena Covid-19 di rumah sakit.

Kepala Padukuhan Ngambah kemudian meminta beberapa warga menggali lubang kubur.

Di tengah penggalian, warga mendapat kabar bahwa warga sepuh tersebut masih hidup dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Indonesia Lawan Malaysia di Final Minggu Sore, Optimis Sabet Gelar Juara BATC 2022

Kepala Dukuh Ngambah, Satri Bujono mengatakan informasi meninggalnya Mbah Trisno Diarjo yang usianya hampir 80 tahun disampaikan oleh anak kandung Mbah Trisno.

"Anak Mbah Trisno memberi tahu tetangganya bahwa orangtuanya meninggal sekitar pukul 01.00 WIB," ujar Satri saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (19/2/2022) siang.‎

Informasi tersebut disampaikan ke ketua RT yang selanjutnya diteruskan ke Satri Bujono.

Satri mengatakan dirinya diberi tahu bahwa Mbah Trisno meninggal di rumah sakit dan rencananya akan dikuburkan sesuai protokol kesehatan pemakaman pasien positif Covid-19.

Baca juga: Siap Nikah Lagi Tahun Depan, Ayu Ting Ting: Jodohnya Belum Ada

Satri juga meminta sejumlah warga untuk mempersiapkan liang lahat untuk pemakaman jenazah Mbah Trisno.

Sebagian lain warga merebus air dan mengumpulkan beras untuk diberikan kepada keluarga yang berduka.

Persiapan untuk menyambut jenazah Mbah Trisno dilakukan di rumah tetangga. "Warga tahunya Mbah Trisno positif Covid-19, maka persiapan dilakukan di rumah tetangga terdekat karena warga tak berani datang ke rumah Mbah Trisno," ungkapnya.

Warga pun berusaha menghubungi anak dari Mbah Trisno untuk memastikan kapan jenazah tiba di Ngambah.

Namun usaha tersebut gagal. Mereka tidak dapat berkomunikasi dengan anak Mbah Trisno hingga diputuskan warga akan kembali berkumpul selepas subuh.

Baca juga: Damkar Kota Tangsel Evakuasi Ular Sanca Batik Usai Memangsa Ayam Ternak Milik Warga Pondok Aren

Menjelang fajar, beberapa warga menggali lubang makam. Baru separuh penggalian, warga mendapat kabar bahwa Mbah Trisno belum meninggal dunia.

"Jadi anaknya Mbah Trisno memberi tahu warga bahwa ayahnya tidak meninggal namun dinyatakan positif Covid-19," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved