Edukasi

Sebagian Besar Pengobatan Kanker Anak Butuh Kemoterapi, Efek Samping Bisa Ringan Hingga Berat

Penanganan kanker pada anak membutuhkan pendekatan multidisiplin. Selain dokter dan perawat, peran orangtua pasien atau caregiver juga penting.

pexels/cottonbro
Pasien kanker pada anak membutuhkan pendekatan multidisplin 

Yang harus diatasi dengan tepat dan cepat adlah mengatasi mual dan muntah.

“Muntah menyebabkan malnutrisi karena pasien tidak mau makan. Mual dan muntah bisa tetep muncul meskipun sudah diberikan antiemesis,” ungkap dr. Susi.

2. Manajemen Nyeri

Dr Anky Tri Rini SpA(K), konsultan hematologi onklogi menjelaskan bahwa
nyeri kerap dialami penderita kanker anak.

Nyeri timbul karena penyakitnya atau akibat tindakan dan terapinya.

Nyeri kronis atau nyeri berkepanjangan, membutuhkan penanganan serius karena sangat menurunkan kualitas hidup pasien.

Saat ini nyeri menjadi tanda vital kelima yang harus segera ditangani.

Baca juga: Kemajuan Teknologi dianggap Memudahkan Edukasi Mengenai Kanker lebih Tersebar Luas

“Anak-anak susah mengungkapkan derajat nyeri, maka biasanya untuk usia 1 sampai 6 tahun pasien anak diminta menunjukkan jari. Lima dianggap nyeri berat,” tambah dr. Anky.

Mengurangi nyeri bisa dengan obat-obatan antinyeri dan non obat.

Obat antinyeri bisa diberikan sesuai derajat nyeri.

Pada anak hanya dua tahap yaitu non opiat (morfin) dan tahap kedua langsung morfin yang kuat.

Nyeri berat pada anak kanker diberikan morfin.

Biasanya diberikan berkala misalnya setiap 6 jam.

Morfin memiliki efek samping konstipasi.

Baca juga: Sebanyak 70 Persen Pasien Kanker Payudara Datang pada Stadium Lanjut

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved