Edukasi

Cegah Kanker Payudara, Lakukan Sadari Secara Kontinu Hari ke 7-10 dari Menstruasi Hari Pertama

Kanker payudara dapat dicegah. Bila saja setiap perempuan mau melakukan Sadari (periksa payudara sendiri) secara kontinu hari ke 7-10 dari menstruasi

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
pexels/anna-shvets
Pita warna merah muda atau pink digunakan sebagai simbol universal akan kesadaran dan dukungan terhadap pasien kanker payudara 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kanker payudara dapat dicegah. Bila saja setiap perempuan mau melakukan Sadari (periksa payudara sendiri) secara kontinu hari ke 7-10 dari menstruasi hari pertama. 

Bila ada kecurigaan, langsung  Sadanis (periksa payudara klinis), artinya pergi ke fasilitas kesehatan untuk mellihat apakah kecurigaan tersebut kanker atau bukan. 

Dengan melakukan deteksi dini tersebut, tingkat keparahan dan kematian akibat kanker payudara bisa dicegah. 

Hal itu dikemukakan Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar dalam rangka Hari Kanker Sedunia 2022 dengan talkshow 'Peduli Sadari dan Sadanis dan launching project Echo', Selasa (22/2/2022).

Baca juga: Ahmed Zaki Iskandar Sebut, Penanganan Kanker Payudara di Kabupaten Tangerang Sangat Kompleks

Sayangnya, kebiasaan melakukan Sadari belum sepenuhnya dilakukan. 

Terlebih untuk mendatangi fasilitas kesehatan juga tidak sedikit perempuan yang merasa takut, dan malu.

Walaupun tidak semua benjolan adalah kanker, namun ketika ditemukan adanya benjolan di payudara harus segera diperiksakan. 

Bila kanker dapat segera diobati. Semakin dini dilakukan pengobatan, semakin besar peluang untuk survive.

Baca juga: Linda Gumelar Puji Kabupaten Tangerang Punya Kepedulian Terhadap Penanggulangan Kanker Payudara

Dalam suatu kesempatan disebutkan, ketika kanker ditemukan dalam stadium 0, angka kesembuhan mencapai 95-100 persen.

Semakin bertambah angka stadium, maka selain biaya semakin besar juga angka sembuh semakin menurun. Pada stadium 3 misalnya angka kesembuhanya tinggal 40-50 persen. Artinya, ada 10 orang yang diobati ditemukan dalam stadium 3, pada 5 tahun kedepan yang survive 5 orang saja. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved