Pandemi Covid19

Jangan Lengah, Bukan Hanya Covid-19, Orangtua Juga Waspadai DBD pada Anak di Masa Pancaroba

Musim pancaroba, berbagai masalah kesehatan di negara tropis kembali hadir. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah demam berdarah dengue (DBD)

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
pexels/ravi-kant
Hindari banyak gantungan baju atau barang-barang untuk menghindarkan nyamuk bersarang 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Memasuki musim pancaroba, berbagai masalah kesehatan di negara tropis kembali hadir.

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah demam berdarah dengue (DBD).

Belum lagi, masih ada pula penyakit pandemi, sang Covid-19, yang belum kunjung pergi.

Karenanya, memastikan imunitas si kecil terjaga menjadi kunci penting untuk menjauhkannya dari berbagai penyakit.

Dokter spesialis anak konsultan penyakit infeksi & tropis anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya mengatakan, DBD merupakan salah satu penyakit yang kerap muncul pada peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Baca juga: Tiga Bulan Terkahir Kasus DBD Kota Tangsel Terus Meningkat 

Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ‘dibawa’ oleh nyamuk Aedes Aegepti ini ditandai dengan gejala khas seperti demam tinggi tanpa disertai gejala lainnya, misalnya tanpa disertai batuk, pilek, ataupun sesak napas.

Namun, beberapa penderita mengeluhkan gejala nyeri di belakang mata, sakit kepala, nyeri sendi, hingga munculnya bercak merah pada kulit atau perdarahan.

Meski demikian, biasanya bercak merah pada kulit belum terlihat pada hari-hari awal.

"Walaupun termasuk self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, tak jarang penyakit DBD menimbulkan korban jiwa jika tidak cepat ditangani," ujar dr. Debbie, Jumat (25/2/2022).

Baca juga: Demam Berdarah di Jakarta Mulai ‘Menggila’, Gubernur Anies Diminta Beri Perhatian Khusus

Terlebih lagi jika pasien DBD telah memasuki fase berbahaya, dan terjadi pada anak-anak berusia lebih kecil yang belum dapat mengutarakan kondisi mereka. Karenanya, banyak penderita DBD yang kemudian dirawat di rumah sakit untuk dipantau lebih ketat kondisinya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved