Jumat, 17 April 2026

Perang Ukraina Rusia

Delegasi Ukraina dan Rusia Sepakat Bertemu di Dekat Sungai Pripyat

Otoritas Ukraina melakukan pembicaraan damai dengan Rusia hari Minggu (27/2/2022). Delegasi Rusia memastikan akan datang ke lokasi perundingan.

Editor: Ign Prayoga
Sumber: RIA Novosti/Alexander Kryazhev
Delegasi Rusia di Gomel, Belarus menunggu kedatangan delegasi Ukraina. Mereka adalah ketua delegasi Rusia Vladimir Medinsky, Wakil Menteri Luar Negeri Andrei Rudenko, Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin dan Duta Besar Rusia untuk Belarus Boris Gryzlov. 

Padahal, Sabtu (26/2/2022) lalu sudah menjadi hari ketiga Rusia melakukan penyerangan ke Ukraina.

Tetapi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan tentaranya telah berhasil mempertahankan kota itu dan membuat situasi di Kiev terkontrol.

Mantan Kepala Pertahanan Anggota NATO Estonia, Riho Terras mengatakan Putin mengamuk gara-gara invansi ke Ukraina tak semudah perkiraan mereka.

Baca juga: Polri dan JAPPDI Janjikan Tidak Ada Mogok Pedagang Daging Sapi Senin Besok

“Putin sangat marah, ia pikir seluruh perang akan mudah, dan semuanya akan selesai dalam waktu 1 hingga 4 hari,” cuit Terras di Twitter seperti dikutip dari New York Post.

“Rusia merasa kaget atas perlawanan yang mereka hadapi,” tambah Terras.

Ia mengklaim laporan itu menunjukkan bahwa Rusia tak memiliki rencana taktis untuk menghadapi perlawanan Ukarina.

Terras menyatakan bahwa seluruh rencana invasi Rusia bergantung pada usaha menabur kepanikan di antara warha sipil dan angkatan bersenjata.

Selain itu juga dengan memaksa Zelensky untuk melarikan diri.

Baca juga: 24 Ton Minyak Goreng Kemasan Diduga Ditimbun, Polres Lebak: Pelaku Terancam Denda Rp 100 Miliar

Terras juga memposting gambar yang tampaknya merupakan laporan intelijen yang ditulis dalam bahasa Rusia.

“Putin mengamuk. Ia sebelumnya yakin bahwa itu akan mudah sekali,” arti terjemahan dari bahasa tersebut.

Terras mengutip laporan intelijen mengatakan militer Rusia memiliki cukup roket hanya untuk tiga atau empat hari.

Dengan sanksi baru yag dijatuhkan ke Rusia karena penyerangan ke Ukraina, mereka diperkirakan tak akan bisa mengganti senjata yang habis.

“Jika Ukraina mampu menahan Rusia selama 10 hari, Rusia akan diharuskan melakukan negosiasi karena mereka sudah tak memiliki uang, senjata dan sumber daya,” katanya.

Terras mengungkapkan peperangan itu membuat Rusia harus mengeluarkan biaya 20 miliar dolar AS atau setara Rp 287 triliun per hari. (*)

 

Sumber: Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved