Berita Depok
PARA Penjual Batal Mogok Dagang, Harga Daging Sapi di Kota Depok Makin Melambung
Sebelumnya, Edi menjual sekilo daging sapi seharga Rp 130.000 dengan modal Rp 120.000 perkilogram. "Ada Kenaikan Rp 5000 per kilo," jelasnya.
Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Hertanto Soebijoto
TRIBUNTANGERANG.COM, DEPOK -- Rencana mogok dagang para penjual daging sapi di sejumlah pasar di Kota Depok batal dilaksanakan.
Selain batalnya mogok yang dikabarkan mulai pada Senin (28/2/2022) hingga Rabu (2/3/2022), harga daging sapi di pasaran juga naik, hingga menyentuh harga Rp 135.000 per kilogram.
Seperti yang terjadi di Pasar Depok Jaya, Pancoran Mas. Pada pukul 10.30 WIB. Seluruh lapak yang berada di los daging sapi tengah melayani transaksi jual beli.
Video: Pedagang Daging Sapi di Pasar Slipi Jakarta Barat Mogok Jualan
Edi, salah pedagang daging sapi ini mengaku mendengar kabar adanya rencana mogok dagang sejak pekan kemarin.
Namun, dirinya tak kunjung menerima surat atau arahan untuk mogok dagang
"Dikasih tahunya kemarin mau mogok katanya mulau hari senin, kok ternyata masih pada motong sapi," kata Edi saat ditemui di lapaknya pada Senin (28/2/2022), siang.
Baca juga: Polri dan JAPPDI Janjikan Tidak Ada Mogok Pedagang Daging Sapi Senin Besok
Baca juga: Antisipasi Arus Balik Puncak, Polres Bogor Terapkan One Way dan Tambah Personel
Edi melanjutkan, dirinya tak tahu menahu mengapa aksi mogok dagang gagal dilaksanakan.
Ia hanya berujar, harga daging sapi kembali baik ke harga Rp 135.000 hingga 140.000 per kilogram.
"Naik sudah seminggu lah. Karena dari bos sudah Rp 125.000 per kilogram," sambung Edi.
Sebelumnya, Edi menjual sekilo daging sapi seharga Rp 130.000 dengan modal Rp 120.000 perkilogram. "Ada Kenaikan Rp 5000 per kilo," jelasnya.
Baca juga: Mendekati Bulan Puasa Ramadan, Pedagang Daging Sapi Pasar Slipi Jakarta Keluhkan Kenaikan Harga
Selain daging sapi, Edi menjual sejumlah jeroan seperti paru-paru yang dijual Rp 90.000 per kilo, babat Rp 35.000 per kilo dan hati Rp 90.000 per kilo.
Suasana berbeda terlihat di Pasar Agung, Sukmajaya. Di los daging sapi, sejumlah pedangan ada yang buka dan ada yang tutup.
Dari 21 lapak daging sapi yang terlihat, separuh diantaranya tutup.
Menurut keterangan Sultan (24), salah satu pedangang daging sapi yang masih membuka lapaknya mengatakan, para pedangang yang tutup merupakan pedagang yang memperoleh pasokan daging dari daerah Bogor dan Jakarta.
Baca juga: TINGGAL Klik, Ini Kumpulan Ucapan Isra Miraj 2022 dan Link Twibbon yang Bisa Dipilih
Sementara, para pedagang yang menerima suplay daging dari daerah Depok, masih membuka lapaknya karena tetap menerima stok daging.
Sultan mengatakan, harga daging sapi juga mengalami kenaikan, di Pasa Agung, daging sapi dijual Rp 135.000 sampai Rp 140.000 per kilogram.
"Saya ambil daging dari Rumah Potong Hewan (RPH) Cisalak udah Rp. 115.000 per kilogram," kata Sultan di lokasi pada Senin (28/2/2022), siang.
Di tengah kenaikan harga daging yang terus melonjak, Sultan mengeluhkan jumlah pembeli yang kian menyusut.
Baca juga: Perintah Putin ke Pasukan Pencegah Nuklir Bisa Mengarah ke Penggunaan Senjata Pemusnah Massal
Pasalnya, para pembeli yang masih memesan hanya mereka yang datang dari kalangan pedagang. Seperti pedagang bakso, rawon dan rumah makan.
"Ibu-ibu rumah tangga sekarang jarang banget beli, kebanyakan hanya dari pedagang saja. Jelas pendapatannya menurun. Ini udah mau jam 12 siang baru laku 5 kilo," keluh Sultan. (M29)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/daging-sapi-soe.jpg)