Virus Corona

Andika Hazrumy Beberkan Data Jumlah Penurunan Kasus Covid-19 di Provinsi Banten, Begini Faktanya

Tren penurunan kasus Covid-19 terlihat berdasarkan data Dinkes Provinsi Banten, pada pertengahan Februari lalu per 12 Februri mencapai 7.283 kasus.

Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Wagub Banten, Andika Hazrumy telah menginstruksikan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk bergerak cepat membantu warga terdampak gempa 6,6 SR di Banten pada Jumat (14/1/2022) kemarin. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan dan membatasi mobilitas.

Meski pun saat ini tren kasus Covid-19 di Provinsi Banten terus mengalami penurunan.

Tren penurunan tersebut terlihat berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, pada pertengahan bulan Februari lalu tepatnya per 12 Februari, kasus harian di Provinsi Banten mencapai 7.283 kasus terkonfirmasi.

Baca juga: Kajati Banten yang Baru Dilantik Datangi Wahidin Halim dan Andika Hazrumy Bahas Pencegahan Korupsi

Baca juga: Banten International Stadium Tinggal Menunggu Peresmian

Namun pada awal Maret ini tepatnya kasus harian menurun di angka 1.204 kasus terkonfirmasi. 

"Pertama pesan kami Pemerintah Provinsi Banten kepada masyarakat jangan terlena dalam kondisi informasi yang didapat dalam konteks Covid-19 di Provinsi Banten melandai. Tetap Protokol Kesehatan harus kita jaga, mobilitas kita batasi karena dalam Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) terbaru kita masih masuk di PPKM level 3," ucap Andika, Selasa (8/3/2022).

Selain itu, Wagub Andika juga menyampaikan saat ini pihaknya bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota yang dibantu oleh TNI dan Polri terus berusaha meningkatkan capaian vaksinasi. 

"Kami sedang mempercepat proses vaksinasi booster Pemprov Banten dan Pemerintah Kabupaten/Kota dibantu TNI dan Polri," katanya. 

Baca juga: Dindik Provinsi Banten Tunda PTM SMA saat Tangerang Raya Sudah Gelar PTM SD dan SMP

Andika juga mengatakan dengan tren penurunan kasus tersebut, bukan berarti dapat dianggap dengan remeh. Sehingga diharapkan masyarakat tetap terus dapat menerapkan Protokol Kesehatan dan mengikuti vaksinasi. 

Dikatakan, terdapat perbedaan terkait kasus Covid-19 varian Omicron dan Delta, hal itu sesuai dengan informasi dan evaluasi dari para epidemolog.

Varian Delta tingkat penyebaran tinggi dan kebutuhan penangan Rumah Sakit pun mengalami peningkatan. 

Sedangkan untuk varian Omicron tingkat penyebaran tinggi bahkan melebihi varian Delta, akan tetapi kebutuhan penanganan Rumah Sakit tidak separah saat varian Delta.

Baca juga: Politisi PDIP Sindir Keras Arief R Wismansyah Soal E-sport Tidak Terdaftar Porprov Banten 2022

"Jadi mudah-mudahan dengan melandai Covid-19 di Provinsi Banten, ini pertanda kita akan turun ke endemi," ungkap Andika. 

Selain itu, lanjut Andika, hal tersebut dapat tercapai dengan kerja sama semua lapisan masyarakat, dan masyarakat diharapkan tidak pernah mengabaikan pentingnya Protokol Kesehatan.

"Jangan sampai kita terlena dengan informasi bahwa Covid-19 melandai," tuturnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, saat ini pihaknya terus berusaha untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Baca juga: Kawasan Banten Lama Mengalami Kerusakan Setelah Terendam Banjir, Petugas Lakukan Bersih-bersih

Harapannya, kasus Covid-19 di Provinsi Banten dapat melandai saat menjelang bulan suci Ramadan. 

“Jadi ini kan terus menurun, memang kami tenaga kesehatan berusaha bagaimana sebelum Idul Fitri atau bulan puasa Ramadan ini kasus melandai,” ujar Ati. (dik)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved