Pandemi Covid19

Kemendikbudristek Pastikan PTM Masih 50 persen saat PPKM Level 2, Ujian Sekolah Bisa Luring & Daring

Kemendikbudristek memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) masih dilaksanakan 50 persen saat status PPKM level 2

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat membuka pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SD di Kota Tangerang berkapasitas 50 persen beberapa waktu lalu. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) masih dilaksanakan 50 persen saat status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berada pada level dua.

Aturan ini berlaku bagi bagi seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti Sutar mengatakan, Dinas Pendidikan di setiap daerah dan sekolah dapat mengikuti panduan di dalam SKB empat Menteri yang terakhir.

Adapun aturan yang berlaku saat ini sifatnya dinamis, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Baca juga: PPKM Jakarta Turun Level 2, Sekolah di Ibu Kota Masih Terapkan Batasan Maksimal 50 Persen PTM

“Silakan dicermati kembali poin-poin yang diatur di SKB empat Menteri. Tentunya pemahaman dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci suksesnya PTM terbatas yang aman dan nyaman,” kata Suharti berdasarkan keterangannya pada Sabtu (12/3/2022).

Suharti mengatakan, mengacu pada Surat Edaran (SE) Mendikbudristek Nomor 2 tahun 2022, PTM terbatas pada wilayah PPKM level 2 dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Kemudian, pelaksanaan PTM terbatas pada satuan pendidikan yang berada di daerah dengan PPKM level 1, 3, dan 4 tetap mengikuti ketentuan dalam SKB empat Menteri.

“Selain itu, berdasarkan SE Mendikbudristek Nomor 2 tahun 2022, kini orangtua atau wali peserta didik kembali diberikan pilihan untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujarnya.

Baca juga: SD dan SMP di Kota Tangerang Bakal Gelar PTM 100 Persen Mulai Selasa Pekan Depan

Suharti menambahkan, proses asesmen dalam pelaksanaan ujian sekolah dapat dilaksanakan dengan ragam metode. Kata dia, asesmen tidak hanya dilakukan melalui tes tertulis, tetapi dengan beragam bentuk seperti tugas dan lainnya.

Hal itu dikatakan Suharti untuk menanggapi adanya aspirasi masyarakat di beberapa daerah agar pelaksanaan ujian sekolah dilaksanakan secara daring.

“Bisa dilakukan secara luring ataupun daring jika masih belum bisa melaksanakan PTM terbatas,” ujarnya.

Baca juga: Pekan Depan, Seluruh SD dan SMP di Kota Tangerang Gelar PTM Secara Hybrid

Suharti menjelaskan, ujian sekolah bertujuan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara utuh. Karena itu, asesmen hasil belajar siswa ini menjadi kewenangan dari masing-masing sekolah.

“Hanya para gurulah yang bisa mengetahui proses belajar muridnya, serta bisa menilai mereka secara utuh menggunakan beragam jenis atau bentuk asesmen,” ucap mantan Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Penduduk dan Permukiman DKI Jakarta ini. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved