Ibu Kota Nusantara

Pasca Tak Lagi Berstatus Ibu Kota, Jakarta akan Bersaing dengan Kota Metropolitan Luar Negeri

Usai Pemindahan IKN ke Kaltim, Wagub Ariza : Jakarta Bisa Langsung Bersaing Dengan Negara Lain

Warta Kota
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (30/12/21). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut bahwa ke depannya usai Jakarta tidak lagi berstatus Ibu Kota, saingan kota metropolitan ini bukan lagi daerah di Indonesia namun bersaing dengan luar negeri.

"Jadi, visi Jakarta ke depan pasca tak lagi jadi Ibu Kota negara adalah tidak hanya menjadikan Jakarta sebagai kota di Indonesia. Namun juga bisa berada di dalam orbit kota metropolitan dunia," ucap Ariza melalui webinar bertajuk 'Jakarta Pasca UU IKN', Rabu (23/2/2022).

"Saingan kota Jakarta bukan lagi kota-kota lain di Indonesia, saingan kota Jakarta ke depan adalah Singapura, Kuala Lumpur, Washington, Sydney dan lain-lain," imbuhnya,

Orang nomor dua di Ibu Kota ini juga mengatakan bahwa Jakarta memiliki berbagai keunggulan dalam segi aspek, seperti dari sisi infrastrukturnya, sumber daya manusia dan lain-lain. Ia meyakini bahwa Jakarta akan tetap eksis sebagai kota termaju di Indonesia.

Baca juga: Prof Ryaas Rasyid: Jakarta Jadi Pusat Bisnis saat Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur

"Yang jelas dengan berbagai keunggulan kota Jakarta terutama dari sisi infrastruktur sumber daya manusia kami meyakini bahwa Jakarta akan tetap eksis sebagai kota termaju di Indonesia," jelas dia.

"Kami dari Pemprov DKI Jakarta bersama para pakar dan berbagai elemen lainnya saat ini juga sedang menyusun konsep naskah akademik RUU tentang kekhususan Jakarta sebagai payung hukum akomodir kepentingan Jakarta menjadi kota yang lebih baik pasca tidak lagi menjadi Ibu Kota negara," tambah Ariza.

Politikus partai Gerindra ini juga menekankan bahwa kebijakan pemerintah untuk membangun IKN nusantara di Kaltim jangan diartikan sebagai sikap pemerintah akan meninggalkan kota Jakarta.

"Merawat Jakarta untuk tetap menjadi kota yang terdepan di Indonesia adalah impian provinsi DKI Jakarta dan warga Jakarta pada umumnya. Apalagi presiden Jokowi pernah menyatakan kebijakan pemerintah yang sedang membangun IKN nusantara di Kaltim jangan diartikan sebagai sikap pemerintah akan meninggalkan kota Jakarta," papar Ariza.

Baca juga: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Alami Tren Penurunan, Penambahan Kasus di Bawah 1.000

Dengan demikian, menurut Ariza masa depan Jakarta pasca pemindahan IKN harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menjadi kota yang lebih maju lagi.

"Masa depan Jakarta pasca pemindahan kota pasca pemindahan Ibu Kota harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menjadi kota yang lebih maju lagi. Terutama sebagai kota pusat bisnis dan ekonomi," ungkapnya.

Menurutnya, sebagai pusat bisnis maka kota Jakarta akan selalu menjadi daerah yang akan selalu didatangi orang-orang dari seluruh tanah air.

Baca juga: Aksi Unjuk rasa di depan gedung DPR RI Jalan Gatot Subroto Membuat Kemacetan Sepanjang 2 Km

"Bahkan wisatawan dunia dengan mendapatkan penghidupan lebih baik apalagi telah terbukti kontribusi Jakarta terhadap PDB nasional sangat signifikan yaiu sebesar 17,19 persen pada tahun 2022," ucap Ariza.

Ia mengatakan bahwa dengan segala keunggulannya terutama di sektor ekonomi maka pemindahan IKN sebenarnya dapat dibaca sebagai peluang besar bagi Jakarta untuk memegang peran penting terutama sebagai pusat ekonomi dan bisnis baik skala nasional dan global. (m27)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved