Kamis, 14 Mei 2026

Bakso Tikus

Heboh Bakso Tikus di Karawang, Kepolisian Pastikan Kabar itu Tidak Benar

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono memastikan postingan media sosial (medos) yang menyebut bahwa ada bakso tikus di Karawang itu tidak benar.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Lilis Setyaningsih
Wartakotalive.com/Muhamad Fajar Riyandanu
ilustrasi - Umumnya bakso berbahan daging sapi walaupun ada bakso ikan dan ayam. 

TRIBUNTANGERANG.COM, KARAWANG -- Heboh bakso tikus bukan hal baru.

Namun kabar ini kerap membuat usaha rumah makan  atau gerobak bakso yang terkena kabar itu langsung terkena imbas.

Bisa membuat ditinggalkan pelanggannya dan akibatnya bisa bangkrut.

Baru-baru ini kabar bakso tikus menyeruak di Karawang, setelah seorang wanita memposting bakso yang diduga bakso tikus.

Baca juga: Tukang Bakso Mengaku Tersasar Jalan hingga Masuk ke Tol Jakarta-Tangerang

Pihak Kepolisian dan pemerintahan setempat pun  bergerak cepat.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono memastikan postingan media sosial (medos) yang menyebut bahwa ada bakso tikus di Karawang itu tidak benar.

Hal itu berdasarkan hasil pengujian laboratorum dari Dinas Pertanian Karawang maupun Dinas Kesehatan Karawang.

"Dari pengujian sampel sisa bakso yang dimakan salah satu warga yang memposting di medsos juga sampel dari lokasi penjual baksonya hasilnya negatif daging tikus," kata Aldi saat konferensi pers di Mapolres Karawang, pada Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Warung Bakso di Pondok Aren Ludes Dilahap Si Jago Merah, Kerugian Mencapai Rp 50 Juta

Aldi menjelaskan, pihaknya penting melakukan langkah-langkah cepat agar informasi yang menjadi bola liar ini segera terkonfirmasi kebenarannya.

Apalagi ini menyangkut usaha makanan di tengah sedang berusaha pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19.

"Muncul di medsos bahwa di Karawang ada bakso tikus. Ini sempat jadi bola liar, kami melakukan langkah-langkah cepat, menemui wanita yang posting itu. Lalu menemukan sisa bakso yang diduga bakso tikus itu, kami juga lakukan penyelidikan di lokasi yang diduga menjual daging tikus. Jadi kedua sampel itu kami kirim ke lab untuk di uji," ungkap Aldi.

Sementara itu, Subkor Kesehatan Hewan (Keswan) Kesmafet pada Dinas Pertanian Karawang Siti Komalaningsih menyatakan atas kehebohan itu pihaknya bersama pengujian laboraturium bersama Kementerian Pertanian dan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Hewan melakukan identifikasi spesies tikus dan kandung bakso dari sampel bakso yang viral itu.

Baca juga: Pedagang Bakso di Pondok Aren Terancam Gulung Tikar Gara-gara Daging Sapi Langka dan Mahal

"Hasilnya selama 2 hari 11-12 Mei itu negatif, bukan daging tikus. Bakso itu aman daging sapi," imbuh dia.

Terkait daging seperti mirip buntut tikus itu, dikatakan Situ, bahwa itu urat yang tidak halus saat proses pengolahan.

"Jadi ditegaskan sekali lagi hasil uji lab itu negatif bukan daging tikus tapi daging sapi," tandasnya. (MAZ) 


 
 

 
 
 

Sumber: Tribun bekasi
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved